Kredit Foto: Getty Images
Federasi Rusia Federasi Rusia menawarkan peluang beasiswa kuliah gratis bagi mahasiswa Indonesia Indonesia melalui berbagai skema pendidikan yang bisa diakses calon mahasiswa internasional. Program ini kembali ditegaskan sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama pendidikan kedua negara.
Wakil Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, Andrey Omelchuk, mengatakan Rusia membuka akses luas bagi warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas tanpa biaya kuliah.
“Rusia menawarkan peluang yang luas bagi warga negara asing untuk memperoleh pendidikan berkualitas tinggi secara gratis, dan kesempatan ini dimanfaatkan secara aktif oleh para mahasiswa,” ujar Andrey di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, calon mahasiswa dapat memilih jalur berbayar maupun beasiswa penuh. Proses penerimaan mahasiswa di universitas-universitas Rusia sendiri sudah mulai dibuka sejak bulan Juni setiap tahun.
Diungkapkan awal tahun lalu, dari sisi kuota, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa jumlah beasiswa pemerintah Rusia untuk pelajar Indonesia terus meningkat. Tahun ini, kuota naik menjadi 300 kursi dari sebelumnya 250.
“Tahun lalu Indonesia memperoleh kuota 250 beasiswa pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi,” kata Tolchenov dalam acara MGIMO Day di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dari total kuota tersebut, sekitar 200 diperuntukkan bagi jenjang sarjana, 80 untuk magister, dan 20 untuk program doktoral. Rusia juga disebut secara rutin menyediakan ratusan beasiswa setiap tahun untuk pelajar Indonesia di berbagai jenjang pendidikan.
Untuk pendaftaran, calon mahasiswa diminta memilih universitas tujuan dan mengunggah dokumen melalui situs resmi universitas, platform Ru.ID, atau langsung ke panitia penerimaan di kampus terkait.
Selain jalur kuota pemerintah, terdapat juga jalur kompetisi, yakni melalui prestasi di olimpiade yang diselenggarakan universitas Rusia maupun kompetisi internasional. Pemenang dan runner-up Olimpiade Open Doors, misalnya, mendapatkan paket dukungan penuh yang tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga biaya perjalanan, akomodasi, hingga asuransi kesehatan.
Saat ini, Rusia menjadi salah satu tujuan studi internasional dengan sekitar 400.000 mahasiswa asing, dan sekitar 500 di antaranya berasal dari Indonesia. Bidang studi yang paling diminati meliputi hubungan internasional, manajemen, kedokteran, serta sektor minyak dan gas, selain bidang teknis seperti ilmu komputer, matematika, dan teknologi informasi.
Omelchuk menambahkan, lulusan universitas Rusia memiliki keunggulan karena ijazahnya telah disetarakan sehingga diakui di Indonesia tanpa proses verifikasi tambahan yang rumit, serta memungkinkan lulusan bekerja di lebih dari 180 negara.
Baca Juga: Indonesia dan Rusia Bakal Tinggalkan Dolar? Pilih Mekanisme LCS
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto menyebut kerja sama pendidikan tinggi antara kedua negara terus diperkuat, termasuk pertukaran mahasiswa, dosen, riset bersama, hingga pengembangan beasiswa.
“Saya percaya bahwa pendidikan tinggi harus menjadi jembatan peradaban,” ujar Brian, menegaskan harapan agar kolaborasi ini membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia dan Rusia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: