Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Gaji Guru Kecil, Ini Penyebabnya Menurut Presiden Prabowo

Soal Gaji Guru Kecil, Ini Penyebabnya Menurut Presiden Prabowo Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kesejahteraan guru yang menurutnya masih belum optimal. Dalam pandangannya, keterbatasan anggaran yang berdampak pada gaji guru tidak terlepas dari kebocoran ekonomi yang selama ini terjadi di Indonesia.

Saat memberikan sambutan dalam Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), Prabowo menyinggung masih rendahnya kesejahteraan sejumlah aparatur negara, termasuk para guru dan pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut Prabowo, persoalan tersebut bukan semata-mata karena negara tidak memiliki sumber daya yang cukup, melainkan karena adanya dana yang terus hilang akibat berbagai praktik yang merugikan negara.

Ia menyatakan bahwa kebocoran ekonomi yang terjadi saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$150 miliar atau setara Rp2.500 triliun setiap tahun. Pemerintah, kata Prabowo, tengah melakukan berbagai langkah perbaikan untuk menutup celah kebocoran tersebut.

Prabowo meyakini bahwa apabila kebocoran ekonomi dapat ditekan, kemampuan negara dalam menyediakan anggaran untuk berbagai kebutuhan publik, termasuk peningkatan kesejahteraan guru, akan semakin kuat.

Dalam penjelasannya, Prabowo mengungkapkan salah satu sumber kebocoran berasal dari praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya. Praktik tersebut, menurutnya, membuat negara kehilangan potensi penerimaan dalam jumlah besar.

Ia menggambarkan kondisi itu terjadi ketika jumlah barang yang dijual tidak dilaporkan sesuai dengan volume sebenarnya. Akibatnya, penerimaan negara yang seharusnya diperoleh menjadi berkurang.

Baca Juga: Prabowo Kaget, Indonesia Era Jokowi Tak Seindah Data Ekonomi: Yang Miskin Naik, Kelas Menengah Turun

Prabowo juga menyebut kerugian yang ditimbulkan dari praktik semacam itu telah berlangsung dalam waktu yang panjang. Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, Indonesia diperkirakan mengalami kerugian hingga US$908 miliar atau sekitar Rp15 ribu triliun dalam kurun 34 tahun terakhir.

Melalui pernyataannya tersebut, Prabowo menegaskan bahwa upaya memberantas kebocoran ekonomi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat keuangan negara. Dengan demikian, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan guru maupun aparatur sipil negara di masa mendatang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat