Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

2 Kapal Induk Amerika Serikat Akan Terus Mengintai Iran Selama Negosiasi 60 Hari

2 Kapal Induk Amerika Serikat Akan Terus Mengintai Iran Selama Negosiasi 60 Hari Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya belum sepenuhnya percaya negosiasi dengan Iran akan berjalan mulus. Meski Washington telah membuka jalur diplomasi baru dan mencabut blokade laut terhadap Teheran, militer AS tetap mempertahankan kekuatan tempur besar di kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi jika perundingan berakhir gagal.

Pemerintahan Trump diketahui masih menempatkan dua kelompok kapal induk tempur di kawasan Laut Arab, yakni USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush. Keputusan tersebut diambil meskipun Amerika Serikat telah menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz dan memulai masa negosiasi selama 60 hari dengan Iran untuk mencapai kesepakatan permanen terkait konflik kedua negara.

Baca Juga: Netanyahu Dikecam Elite Israel, Operasi Penyelundupan Puluhan Ribu Starlink Gagal Hancurkan Iran

"Semua kapal tetap berada di tempatnya jika diperlukan untuk memberlakukan kembali blokade, meskipun pada saat ini hal itu tampaknya sangat kecil kemungkinannya," ungkap Trump melalui Truth Social, dikutip Rabu (24/6).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling jelas bahwa Washington masih mempertahankan tekanan militer terhadap Iran di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah memang sengaja mempertahankan postur militer saat ini selama masa negosiasi berlangsung.

"Rencananya adalah mempertahankan postur kekuatan saat ini selama negosiasi 60 hari. Kami berharap nantinya bisa menguranginya, tetapi belum sekarang," kata pejabat tersebut.

Menurutnya, pengurangan pasukan baru akan dipertimbangkan apabila kesepakatan final benar-benar tercapai antara Washington dan Teheran.

Pemerintah AS juga belum menetapkan jadwal penarikan kekuatan militernya dari kawasan. Seluruh keputusan akan bergantung pada perkembangan pembicaraan dan sejauh mana Iran memenuhi komitmen yang disepakati.

"Kesepakatan ini mencakup pengurangan kekuatan militer di kawasan setelah tercapainya perjanjian final," lanjut pejabat tersebut.

Dengan keputusan itu, Pentagon masih mempertahankan salah satu konsentrasi kekuatan militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Sebelumnya, jumlah personel militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut mencapai sekitar 50 ribu personel, didukung armada laut, pesawat tempur, dan sistem pertahanan strategis lainnya.

Baca Juga: Lengkap dengan Tugasnya, Sony Sonjaya Balik Cepuin Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

Langkah Washington mempertahankan dua kapal induk sekaligus menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi sedang dibuka, Amerika Serikat tetap menyiapkan opsi militer apabila proses negosiasi dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan yang diinginkan. Dengan kata lain, Trump tidak hanya mengandalkan meja perundingan, tetapi juga memastikan tekanan militer tetap berada di belakang setiap proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar