Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Skandal Suap UBK, Netizen Sebut Gaya Banteng Main di Belakang

Skandal Suap UBK, Netizen Sebut Gaya Banteng Main di Belakang Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dugaan suap terhadap mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026) tengah menjadi topik hangat di platform X.

Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin (Abdi), sebelumnya mengaku menerima uang Rp20 juta dari oknum aparat kepolisian melalui seorang alumni, dengan tujuan agar mahasiswa memindahkan titik aksi dari Istana Negara ke DPR RI.

Netizen dengan akun @Franken**** mengaku sejak awal mencurigai ada dalang di balik aksi BEM UBK. Ia menduga ada “gaya Banteng” yang berusaha mendiskreditkan Gibran.

"Dari awal gw udah curiga sama BEM UBK ini, Univ. yang paling dibangga-banggakan oleh Megawati. Dalam sejarahnya baru mereka yang demo di istana Wapres. Seperti nya ada dalang dibelakangnya untuk mendiskreditkan Mas Wapres," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

"Awal demo berharap rusuh, eh malah diajak ngomong lansung didalam. Otomatis agenda awal berantakan. Nah sekarang muncul Plan B dadakan, mereka dibayar untuk ketemu Wapres. Ini gaya Banteng banget," imbuhnya.

Seperti diketahui, pada Senin (15/6/2026), belasan mahasiswa UBK dan Universitas MH Thamrin ikut aksi di Patung Kuda, lalu diundang ke Istana Wapres untuk berdialog dengan Gibran. Usai pertemuan, muncul tudingan bahwa BEM “berbelok arah” karena menerima uang.

Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyatakan bahwa kampus telah menonaktifkan Abdimaludin setelah ia mengakui menerima uang Rp20 juta.

"Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum, Saudara Abdi. Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 20 juta," ujar Daniel dalam konferensi pers di kampus UBK, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

"Hari ini, sesuai dengan pernyataan Ibu Rektor, kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan. Sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua BEM sampai proses investigasi ini selesai," jelasnya.

Daniel menjelaskan, uang tersebut diterima Abdi dari seorang alumni Fakultas Hukum UBK yang mendapatkannya melalui oknum aparat kepolisian. Dana itu diberikan dengan catatan agar mahasiswa memindahkan titik aksi dari Istana Kepresidenan ke DPR RI.

Baca Juga: Heboh Dugaan Suap UBK, Said Didu Sindir Gibran Belajar dari Jokowi

"Melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian. Jadi ada pengakuan dari yang bersangkutan," kata Daniel.

"Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI," sambungnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya