Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dinonaktifkan Usai Bongkar Dana, Ketua BEM UBK Teriakkan Kebenaran

Dinonaktifkan Usai Bongkar Dana, Ketua BEM UBK Teriakkan Kebenaran Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, mengungkap adanya oknum senior kampus yang diduga mengkapitalisasi aksi mahasiswa dengan menerima aliran dana lebih besar dari pihak tertentu.

Ia sendiri mengaku menerima Rp20 juta menjelang aksi di depan Istana Negara pada 15 Juni 2026, namun menegaskan uang itu dipakai untuk kebutuhan teknis seperti konsumsi dan transportasi.

"Setelah saya merangkai berbagai informasi secara utuh, saya menyadari adanya dugaan bahwa oknum-oknum senior tersebut justru mengkapitalisasi aksi kami," ujar Abdi, dikutip Jumat (26/5).

"Saya menduga terdapat aliran dana yang lebih besar dari pihak-pihak tertentu kepada mereka. Sementara sebagian dana yang kemudian diberikan kepada saya digunakan semata-mata untuk kebutuhan teknis aksi," imbuhnya.

Abdi menolak tudingan bahwa dirinya menghentikan gerakan mahasiswa. Ia menegaskan tetap turun ke jalan meski sudah menerima uang.

"Berdasarkan informasi yang saya peroleh, setelah saya tidak dapat diarahkan untuk menghentikan aksi, dilakukan upaya pembusukkan terhadap nama baik saya," tutur Abdi.

"Informasi-informasi yang tidak utuh, narasi yang dipelintir, dan tekanan terhadap lingkungan organisasi kemudian memicu kemarahan sejumlah kawan," lanjut dia.

Hal tersebut membuatnya dinonaktifkan dari posisinya sebagai Ketua BEM FH UBK. Namun ia tidak membenarkan perbuatannya, hanya ingin publik mamahami persoalan secara utuh.

"Melainkan agar publik dan kawan-kawan mahasiswa dapat melihat persoalan secara utuh: bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh dijadikan komoditas, alat tawar-menawar, atau ruang mencari keuntungan oleh pihak mana pun," jelasnya.

Baca Juga: Polemik BEM UBK, PDIP Pertanyakan Dugaan Keterlibatan Lingkaran Wapres

"Aksi mahasiswa harus tetap berdiri di atas kepentingan rakyat, independensi gerakan, dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran," tegas dia

Sebelumnya, Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyebut dana Rp20 juta itu berasal dari aparat kepolisian melalui seorang alumni FH UBK. Uang tersebut diberikan dini hari sebelum aksi dengan tujuan agar mahasiswa tidak berdemo di Istana, melainkan dialihkan ke DPR RI. Namun, mahasiswa tetap melanjutkan aksi di Istana sesuai rencana awal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: