Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Klaim Kesehatan Melonjak, AAJI Sebut Co-Payment Tak Bisa Dihindari

Klaim Kesehatan Melonjak, AAJI Sebut Co-Payment Tak Bisa Dihindari Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai penerapan mekanisme co-payment atau pembagian biaya antara perusahaan asuransi dan peserta menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan industri asuransi kesehatan di tengah meningkatnya klaim dan biaya layanan kesehatan.

Direktur Eksekutif AAJI Emira E. Oepangat mengatakan kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mempersulit perusahaan asuransi, tenaga pemasar, maupun peserta. Sebaliknya, co-payment dirancang untuk mendorong seluruh pihak dalam ekosistem asuransi kesehatan agar lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan kesehatan.

"Semuanya untuk kebajikan ekosistem. Tujuannya adalah untuk membuat seluruh ekosistem lebih bertanggung jawab," ujar Emira dalam webinar bertajuk Health Insurance in the Era of Cost Sharing, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, tantangan industri asuransi kesehatan saat ini tidak hanya berasal dari kenaikan biaya medis, tetapi juga meningkatnya tingkat pemanfaatan layanan kesehatan (utilization) yang turut mendorong lonjakan klaim dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, AAJI memandang co-payment sebagai instrumen untuk mengurangi praktik over utilization atau penggunaan layanan kesehatan yang berlebihan. Dengan adanya partisipasi biaya dari peserta, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan medis.

Emira menegaskan keberhasilan implementasi co-payment tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga edukasi yang diberikan perusahaan asuransi kepada nasabah. Menurutnya, perusahaan perlu membekali tenaga pemasar dengan pemahaman yang memadai agar dapat menjelaskan tujuan kebijakan tersebut secara tepat.

Baca Juga: Co-Payment Dinilai Penting untuk Jaga Keberlanjutan Industri Asuransi Kesehatan

Baca Juga: Premi Naik Tipis, Klaim Asuransi Umum Justru Melonjak 17,7%

"Untuk perusahaan (asuransi), membuat talking points untuk sales team-nya, bagaimana membantu si sales team bisa menjual. Untuk sales team-nya, menyampaikan kepada nasabah bahwa sakit itu musibah, bukan manfaat. Jadi kalau bisa sakit dihindari, bukan malah dipakai terus benefitnya," katanya.

AAJI menilai pemahaman yang baik mengenai tujuan co-payment akan membantu menciptakan ekosistem asuransi kesehatan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan peserta serta kesehatan keuangan industri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri