Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo: Ekonomi Indonesia Kolaps Akibat Darah Bangsa Tersedot Keluar

Prabowo: Ekonomi Indonesia Kolaps Akibat Darah Bangsa Tersedot Keluar Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa analisis ekonominya sejak belasan tahun lalu masih relevan dan belum terbantahkan hingga kini. Ia menyebut belum ada profesor ekonomi yang mampu membantah temuannya, meski dirinya bukan akademisi ekonomi.

Hal ini disampaikan Prabowo di acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

“Saya sudah katakan dalam buku saya belasan tahun yang lalu dan belum pernah dibantah sampai hari ini. Belum ada profesor-profesor ekonomi yang bisa bantah saya, padahal saya bukan ahli ekonomi. Tapi angka adalah angka, matematik adalah matematik,” kata Prabowo, dikutip Kamis (25/6).

Mentan Menteri Pertahanan itu menyoroti praktik underinvoicing atau laporan palsu dalam perdagangan internasional yang menyebabkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri. 

“Apa yang saya sampaikan belasan tahun yang lalu yang terjadi di Indonesia ini adalah mengalir ke luar kekayaan bangsa Indonesia ke luar negeri. Dalam bahasa yang keren, Bahasa Inggris, yang terjadi adalah net outflow of national wealth,” kata Prabowo.

Baca Juga: Gerindra Singgung Upaya Adu Domba Prabowo-Gibran di Tengah Polemik Rp20 Juta

Ia mengutip data PBB (United Nations Comtrade) yang menunjukkan kerugian mencapai sekitar 908 dolar AS atau Rp15.000 triliun dalam 34 tahun

“Kalau darah kita, tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayanya republik kita. Tiap tahun kekayaan kita diambil ke luar, kita masih berdiri, Saudara-saudara sekalian,” tandasnta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya