Kredit Foto: Ist
Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut tetap solid di tengah munculnya polemik pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) terkait penerimaan uang Rp20 juta usai aksi demonstrasi dan pertemuan dengan Gibran.
Fraksi Partai Gerindra menilai isu tersebut tidak boleh dijadikan alat untuk memunculkan kesan adanya keretakan di pucuk pemerintahan.
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Bambang Haryadi mengatakan hingga saat ini hubungan antara Prabowo dan Gibran berjalan baik serta saling mendukung dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, ia mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah keduanya.
“Jadi, jangan sampai ini isu-isu ada upaya memecah belah dan membuat keretakan ataupun ingin membuat satu apa jurang pemisah lah antara Presiden dan Wakil Presiden. Karena prinsipnya Presiden dan Wakil Presiden sampai saat sekarang kami melihatnya sangat-sangat hubungannya sangat-sangat baik dan saling support satu sama lain,” ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Bambang, fokus utama saat ini seharusnya diberikan kepada proses klarifikasi dan penelusuran fakta atas polemik yang berkembang. Ia menilai berbagai tudingan yang beredar tidak seharusnya langsung diarahkan kepada Gibran tanpa bukti yang jelas.
Gerindra juga menegaskan dukungannya terhadap keberlangsungan pemerintahan Prabowo-Gibran. Bambang menyebut partainya tetap berdiri di belakang pasangan pemimpin tersebut untuk menjalankan agenda pemerintahan hingga tuntas.
Di tengah polemik yang muncul, Bambang meyakini tidak ada hubungan antara Gibran dengan dugaan pemberian uang Rp20 juta yang diakui diterima sejumlah mahasiswa UBK.
“ Tapi, saya yakin tidak ada sangkut-pautnya dengan Mas Gibran. Saya yakin mungkin ya ada pihak-pihak lain kita tidak tahu,” katanya.
Ia menilai informasi yang beredar saat ini masih berasal dari pengakuan sepihak sehingga perlu diuji melalui proses yang lebih mendalam sebelum ditarik kesimpulan.
“Kita tidak tahu ya itu soal itu. Ini kan baru pengakuan sepihak kan dari teman-teman mahasiswa Ketua BEM ya, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK kan. Jadi, biarlah itu berproses kan,” ujar Bambang.
Baca Juga: Gerindra Bantah Awasi Pergerakan Gibran Rakabuming
Lebih lanjut, Bambang berpandangan bahwa isu tersebut tidak perlu direspons secara langsung oleh Gibran. Menurutnya, persoalan itu bukan sesuatu yang harus ditanggapi oleh seorang wakil presiden.
“Ya saya pikir enggak lah kan bukan tugas Wapres kayak begitu. Saya pikir itu isu yang tidak perlu kita tanggapi ini lah kan terlalu ini,” ucapnya.
Polemik ini bermula setelah Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang Rp20 juta usai demonstrasi dan pertemuan dengan Gibran. Pengakuan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya pihak tertentu yang mencoba mengaitkan kasus itu dengan Wakil Presiden maupun hubungan politik antara Prabowo dan Gibran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama