Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Premi Asuransi Energi Capai Rp200 Miliar di Tengah Gejolak Global

Premi Asuransi Energi Capai Rp200 Miliar di Tengah Gejolak Global Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu fluktuasi harga minyak dunia belum menggerus kinerja bisnis asuransi energi di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga April 2026 lini usaha Energi Onshore pada industri asuransi umum dan reasuransi masih membukukan pendapatan premi sebesar Rp200 miliar dengan nilai klaim Rp40 miliar, mencerminkan permintaan perlindungan risiko di sektor energi tetap terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan ketidakpastian geopolitik global memang meningkatkan volatilitas harga energi. Namun, kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas bisnis asuransi energi yang menopang operasional sektor energi nasional.

“Di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi, lini usaha energi tetap memiliki peran penting dalam mendukung sektor energi nasional. Berdasarkan data posisi April 2026, lini usaha Energi Onshore pada industri asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp200 miliar dengan nilai klaim sebesar Rp40 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan terhadap aset dan aktivitas operasional sektor energi masih tetap terjaga,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (26/6/2026).

Menurut OJK, capaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap perlindungan risiko di sektor energi masih stabil meski pasar energi global menghadapi tekanan akibat meningkatnya tensi geopolitik dan pergerakan harga minyak yang fluktuatif.

Stabilnya kinerja lini usaha tersebut juga mencerminkan keberlangsungan aktivitas operasional sektor energi yang masih menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Selama proyek dan produksi energi tetap berjalan, kebutuhan terhadap proteksi aset maupun operasional dinilai masih akan bertahan.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Tembus Rp7,31 Triliun, OJK Sebut Prospek Masih Positif

Baca Juga: OJK Larang Asuransi Naikkan Premi Sembarangan demi Kejar Untung, Hanya Boleh Sekali Setahun!

OJK memperkirakan prospek bisnis asuransi energi hingga akhir 2026 masih terbuka. Namun, laju pertumbuhannya akan sangat bergantung pada perkembangan investasi baru serta realisasi proyek-proyek strategis di sektor energi.

“Ke depan, prospek lini usaha energi akan dipengaruhi oleh perkembangan investasi dan proyek-proyek strategis di sektor energi,” kata Ogi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri