Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Bawah Meja Amerika, Mossad Israel Belum Menyerah Gulingkan Rezim Khamenei di Iran

Di Bawah Meja Amerika, Mossad Israel Belum Menyerah Gulingkan Rezim Khamenei di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketika Amerika Serikat (AS)mulai menempuh jalur diplomasi dengan Iran, Israel justru disebut belum menghentikan ambisinya untuk menggulingkan pemerintahan dari Khamenei di Teheran.

Dikutip dari The Independen, Kepala Mossad, Roman Gofman tengah menyiapkan pendekatan baru untuk melanjutkan misi perubahan rezim di Iran. Padahal Washington kini memilih membuka ruang negosiasi dengan pemerintah Iran.

Baca Juga: Istri Sampai Berteriak, Kacaunya Situasi Penangkapan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi Terbongkar

Langkah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pendekatan antara Amerika Serikat dan Israel. Saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berupaya mengubah konflik menjadi proses diplomatik melalui perundingan nuklir, badan intelijen itu justru dikabarkan tetap menjadikan pergantian rezim sebagai target jangka panjang.

Sebelumnya, Gofman dilaporkan pernah menyampaikan rencananya untuk meruntuhnya rezim dari Iran ke Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, hampir empat bulan setelah konflik pecah, pemerintahan negara tersebut tetap bertahan meski sempat menghadapi serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Washington melihat hal tersebut kemudian memilih menandatangani kesepahaman awal dengan Teheran. Hal itu dilakukan sebagai dasar dimulainya negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Adapun Gofman menilai strategi pendahulunya gagal mencapai target perubahan rezim. Strategi lama itu disebut mencakup operasi propaganda melalui media sosial hingga upaya memanfaatkan kelompok Kurdi untuk memperlemah posisi Iran.

Kini, Gofman dikabarkan tengah merombak sejumlah unit di tubuh badan intelijennya guna menyusun strategi operasi baru demi mencapai tujuan yang sama.

Israel dikabarkan sebenarnya memiliki target yang lebih terbatas dibanding Mossad. Kalangan militer lebih memilih melemahkan kemampuan musuh dibanding secara langsung menggulingkan pemerintahan dari Iran.

Gofman sendiri resmi memimpin Mossad pada 2 Juni 2026. Ia sebelumnya menjabat sebagai sekretaris militer dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa operasi rahasia tetap menjadi inti kekuatan badan intelijen dari Israel.

"Jantung Mossad adalah operasi-operasi rahasia terhadap target-targetnya. Kami akan menjaga misi itu dalam kondisi apa pun," katanya.

Baca Juga: Pengusaha Klaim Harga Bensin Tak Bisa Langsung Turun usai Konflik Iran-Amerika

Sebelumnya, The New York Times juga pernah melaporkan adanya operasi dan keyakinan bahwa perang dapat memicu pemberontakan yang berujung pada jatuhnya rezim dari Iran. Namun hingga kini, target tersebut belum terwujud. Teheran tetap berdiri dan bahkan telah memasuki babak baru perundingan dengan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar