Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Transformasi digital di Indonesia terus bergerak cepat. Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan otomatisasi dan efisiensi operasional, B2B Tech Asia 2026 siap menjadi panggung terbesar bagi pelaku industri software dan SaaS di Asia.
Ajang ini akan digelar pada 1–2 Juli 2026 di AXA Tower Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta, yang menghadirkan puluhan perusahaan teknologi, startup, pakar industri, hingga ribuan pengunjung dari berbagai sektor bisnis.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Innovasia, perusahaan yang menghadirkan inovasi infrastruktur pembayaran terintegrasi dengan percakapan di WhatsApp. Solusi ini dirancang untuk menghilangkan hambatan yang selama ini kerap terjadi saat pelanggan harus berpindah aplikasi untuk menyelesaikan transaksi.
Founder Innovasia, Nurmanmenjelaskan, bahwa banyak bisnis saat ini berhasil memperoleh penjualan melalui WhatsApp. Namun, proses transaksi sering kali terputus ketika pelanggan diarahkan ke tautan pembayaran atau harus melakukan transfer secara manual.
"Saat ini banyak pelaku bisnis berinteraksi dengan pelanggan melalui WhatsApp. Interaksi tersebut menghasilkan penjualan, tetapi ketika proses pembayaran harus keluar dari WhatsApp, customer journey menjadi terputus," terang Nurman dalam keterangan resminya pada Warta Ekonomi di Surabaya, Minggu (28/6/2026)
Ia juga menjelaskan, lewat teknologi yang dikembangkan Innovasia, pelaku usaha dapat membangun sendiri sistem percakapan sekaligus pembayaran yang terintegrasi langsung di dalam WhatsApp. Proses pembangunannya dibuat lebih sederhana dengan memanfaatkan AI generatif seperti ChatGPT atau Claude. Pengguna cukup memberikan prompt sesuai kebutuhan bisnis, kemudian AI akan menyusun alur kerja yang dikonversi menjadi file JSON untuk dijalankan di infrastruktur Innovasia.
"Kami menyediakan infrastruktur yang memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI seperti ChatGPT atau Claude untuk menyusun alur bisnis melalui prompt. Output dari AI berupa file JSON tersebut kemudian diunggah ke platform Innovasia, sehingga pengguna dapat langsung membangun workflow, mulai dari percakapan, pembayaran, hingga pencatatan data otomatis ke spreadsheet, tanpa perlu membangun sistem dari nol," jelasnya.
Baca Juga: Siapa Pemegang Hak Eksklusif Paten Artificial Intelligence?
Hingga pertengahan tahun 2026, ekosistem mitra Innovasia.id telah mencatat kinerja yang signifikan. Total nilai transaksi (settled value) yang diproses melalui kanal pembayaran berbasis percakapan WhatsApp telah melampaui Rp44 miliar, dengan lebih dari 133 ribu transaksi pembayaran yang berhasil diselesaikan. Infrastruktur tersebut juga telah digunakan oleh lebih dari 67 ribu pengguna unik yang melakukan pembayaran maupun menerima pembayaran langsung melalui percakapan WhatsApp. Pencapaian ini menunjukkan bahwa model conversational payment semakin diterima sebagai solusi transaksi digital yang cepat, praktis, dan minim hambatan.
Nurman menambahkan, pendekatan tersebut membuat perusahaan tidak lagi harus membangun sistem otomasi dari nol atau memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks. Logika bisnis cukup dituliskan dalam bentuk prompt, sementara AI akan membantu menghasilkan konfigurasi yang siap dijalankan oleh infrastruktur Innovasia.
"Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa lebih fokus pada kebutuhan bisnisnya. AI membantu menyusun workflow sesuai instruksi pengguna, sedangkan infrastruktur kami mengeksekusi workflow tersebut menjadi sistem pembayaran dan otomatisasi yang siap digunakan," katanya.
Dalam B2B Tech Asia 2026, Innovasia akan mendemonstrasikan secara langsung bagaimana membangun infrastruktur pembayaran berbasis percakapan yang terintegrasi. Pengunjung juga dapat berdiskusi dengan tim Innovasia mengenai implementasi teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari penjualan, layanan pelanggan, hingga otomatisasi operasional.
Selain menghadirkan solusi inovatif dari berbagai perusahaan teknologi, B2B Tech Asia 2026 juga akan diramaikan oleh puluhan pembicara dari perusahaan nasional maupun global seperti SoftBank, AWS, Salesforce, Mekari, Qiscus, Odoo, Zoho, Accurate Indonesia, SMBC Indonesia, hingga DailySocial. Berbagai sesi konferensi akan membahas perkembangan AI, SaaS, digital transformation, fintech, HR technology, marketing technology, hingga customer experience.
Penyelenggara menargetkan ribuan pengunjung dari kalangan pelaku usaha, profesional, pengambil keputusan, dan investor yang ingin menemukan solusi teknologi terbaru untuk meningkatkan daya saing bisnis.
Bagi pelaku usaha yang ingin memahami bagaimana teknologi dapat menyederhanakan proses bisnis sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan, B2B Tech Asia 2026 menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai inovasi yang akan membentuk masa depan ekosistem B2B di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Istihanah