Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mojtaba Khamenei Muncul Lagi, Tuntut Pemimpin Amerika dan Israel Ditangkap atas Perang Iran

Mojtaba Khamenei Muncul Lagi, Tuntut Pemimpin Amerika dan Israel Ditangkap atas Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran kembali mengecam tindakan dari Israel dan Amerika Serikat (AS). Ia mendesak agar para pemimpin kedua negara diproses secara hukum setelah kedua negara dituding melanggar perjanjian damai melalui serangan militer terhadap wilayah Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan kepada dunia untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan yang baru-baru ini terjadi di Selat Hormuz. Teheran menilai tindakan tersebut merupakan kejahatan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.

Baca Juga: Diprediksi Jauh Hari, Manuver Politik Jokowi Akhirnya Malah Buktikan Hasil Penelitian Hasto PDIP

Menurut Khamenei, pernyataan para pejabat kedua belah pihak yang mengakui sekaligus membanggakan operasi militer terhadap Iran justru dapat menjadi dasar pembuktian hukum.

"Pengakuan, bahkan kebanggaan yang secara terang-terangan disampaikan sebagian pemimpin musuh mengenai tindakan ini merupakan pengakuan atas sebuah kejahatan. Hal itu menjadi dasar bagi bangsa kami untuk menuntut hak-haknya yang telah dilanggar," ujar Khamenei, dikutip Senin (29/6).

Ia menegaskan para pihak yang dianggap bertanggung jawab harus dibawa ke hadapan hukum, baik sosok dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump maupun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Yang pasti, para pelaku kejahatan ini harus ditangkap dan diadili atas tindakan kriminal yang mereka lakukan," tegasnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Washington menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa perang dapat kembali pecah apabila musuh tidak mematuhi ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata.

Sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sejumlah infrastruktur militer dari Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Baca Juga: Roy Suryo Galang Massa Demi Paksa Jokowi Hadiri Langsung Sidang Kasus Ijazah Palsu: Ayo Kita Protes!

Pernyataan Teheran menandai meningkatnya ketegangan politik dan hukum antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini terjadi di tengah saling tuding mengenai pihak yang lebih dahulu melanggar kesepakatan damai yang sebelumnya disepakati.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar