Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Strategi Pangkas Produk Berbuah Manis, Laba JELI Naik 220%

Strategi Pangkas Produk Berbuah Manis, Laba JELI Naik 220% Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek INACO, mencatat lonjakan laba bersih sekitar 220% pada 2025 menjelang penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp38,4 miliar, naik dari Rp12,4 miliar pada 2024, meski pendapatan turun 4,49% menjadi Rp753,01 miliar dari Rp788,4 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026. Menjelang IPO, manajemen menyatakan peningkatan profitabilitas diperoleh melalui strategi memperbaiki kualitas penjualan dengan mengevaluasi portofolio produk dan menghentikan penjualan produk yang memiliki produktivitas maupun margin rendah.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, mengatakan penurunan penjualan bukan dipicu melemahnya permintaan pasar, melainkan hasil dari langkah Perseroan memperbaiki struktur bisnis.

“Kita melakukan review terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian kita lakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang kita hentikan, dan langkah tersebut justru memberikan dampak positif terhadap struktur kinerja Perseroan menjelang IPO,” ujar Adhi S. Lukman.

Perbaikan tersebut tercermin pada sejumlah indikator keuangan. EBITDA meningkat menjadi sekitar 28,14% pada 2025. Return on Equity (ROE) juga naik dari 9,81% menjadi 26,82%, sementara rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) turun dari 3,41 kali pada 2023 menjadi 2,79 kali pada 2025, menunjukkan struktur permodalan yang semakin sehat.

Sekitar 51% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk memperkuat kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana tersebut difokuskan untuk mengembangkan lini produk gummy candy, yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan peluang ekspor.

“Kita juga melakukan studi ke berbagai pasar internasional dan melihat adanya peluang besar di kategori gummy candy. Produk ini akan kita kembangkan dengan diferensiasi yang kuat. Target kita adalah menghadirkan produk yang dapat dinikmati semua segmen usia, dengan tetap mengedepankan kualitas rasa dan aspek kesehatan. Inilah yang menjadi fokus pengembangan portofolio kita ke depan.”

Selain memperluas portofolio melalui kategori gummy candy, Perseroan juga meluncurkan produk Mogo Choco serta memperkuat lini minuman fungsional melalui EnerGel.

Baca Juga: Kenalan dengan Ham Pak Japyusuf Hamdani, Pemilik Inaco yang Bawa JELI IPO

Baca Juga: Produsen Inaco (JELI) Banderol Harga IPO Rp900-Rp1.120 per Saham, Incar Dana Segar Rp392 Miliar

Di sisi operasional, manajemen menyebut strategi efisiensi menjadi fokus utama di tengah tekanan kenaikan biaya bahan baku akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Perseroan memilih tidak menaikkan harga jual secara agresif, melainkan meningkatkan efisiensi melalui reformulasi produk, digitalisasi proses produksi menggunakan sistem SAP sejak 2017, pemanfaatan panel surya pada 2025, serta otomatisasi proses manufaktur yang sebagian akan didukung pendanaan hasil IPO.

Didirikan pada 1990, PT Niramas Utama Tbk saat ini mengoperasikan empat fasilitas produksi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi. Perseroan memiliki lebih dari 115 SKU aktif yang dipasarkan melalui 251 titik distribusi di Indonesia serta telah mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri