Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ingin MBG Stop? Purbaya Blak-blakan: Saya Mau Anggarannya Nol, tapi...

Ingin MBG Stop? Purbaya Blak-blakan: Saya Mau Anggarannya Nol, tapi... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan yang mengejutkan. Di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran, Purbaya mengaku sebenarnya ingin memangkas anggaran program tersebut lebih besar lagi.

Bahkan, secara terbuka ia mengatakan keinginannya memangkas anggaran MBG hingga nol. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut mustahil dilakukan karena program tersebut tetap harus berjalan demi kepentingan masyarakat.

"Kalau saya maunya nol, tapi nggak bisa kan? Itu sudah keluar anggarannya, kalau berhenti juga nggak benar. Kenapa? Programnya program yang bagus, tinggal implementasi aja diperbaiki," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan.

Meski menginginkan pemangkasan anggaran lebih besar, Purbaya menegaskan persoalan utama bukan terletak pada programnya, melainkan pelaksanaannya yang dinilai masih perlu banyak perbaikan.

Baca Juga: Gerindra: Survei Ungkap 64,8% Masyarakat Puas terhadap Kinerja Prabowo

Ia juga mengungkapkan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang telah datang ke Kementerian Keuangan untuk melaporkan rencana efisiensi lanjutan terhadap anggaran MBG.

Menurut Purbaya, pemangkasan anggaran tersebut akan cukup signifikan. Namun, besaran angka efisiensi nantinya akan diumumkan langsung oleh pihak BGN.

Ia memastikan efisiensi yang dirancang akan membuat kondisi anggaran negara menjadi lebih aman.

"Cukup signifikan pengurangannya. Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman," terangnya.

Tak berhenti sampai di situ, Purbaya bahkan mengaku mendukung apabila masih terdapat peluang untuk memangkas anggaran MBG lebih jauh selama program tetap berjalan efektif.

"Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi, tapi biar programnya jalan. Artinya kan ada efisiensi yang lebih bagus. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi," ujarnya.

Selain mendorong efisiensi, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah baru untuk memperketat pengawasan pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.

Purbaya mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus yang melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Tim tersebut nantinya akan melakukan pemantauan berkala terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan? Prabowo: Saya 4 Kali Kalah, tapi Tak Pernah Ganggu Pemimpin

Rencana pembentukan tim itu, kata Purbaya, muncul setelah Kepala BGN mengakui masih menghadapi kendala dalam melakukan pengawasan langsung di daerah.

"Saya bilang kalau begitu yang mengawasi di daerah-daerah biar Kementerian Keuangan. Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPPG-SPPG secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya. Mereka (BGN) setuju," ungkap Purbaya.

Ia menambahkan, tim tersebut akan melaporkan kondisi riil di lapangan tanpa ditutup-tutupi. Bahkan, apabila ditemukan SPPG yang bermasalah, tim pengawas akan memberikan rekomendasi, termasuk kemungkinan penghentian operasional satuan tersebut demi menjaga efektivitas pelaksanaan program MBG. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri