Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindir Anies Baswedan? Prabowo: Saya 4 Kali Kalah, tapi Tak Pernah Ganggu Pemimpin

Sindir Anies Baswedan? Prabowo: Saya 4 Kali Kalah, tapi Tak Pernah Ganggu Pemimpin Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik setelah menyinggung pengalamannya kalah empat kali dalam pemilihan presiden. Ucapan tersebut muncul di tengah ramainya pernyataan mantan calon presiden Anies Baswedan yang sempat menyinggung Pilpres 2024.

Meski tidak menyebut nama siapa pun, pernyataan Prabowo dinilai banyak pihak sebagai sindiran halus terhadap sikap politik pihak yang masih membahas hasil Pilpres setelah kontestasi usai.

Dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Prabowo menegaskan dirinya menerima seluruh hasil pemilihan secara demokratis.

"Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," kata Prabowo.

Baca Juga: Siap Saingi PDIP? Jokowi: Kita Lihat di 2029, PSI akan Jadi Partai Besar

Prabowo menilai demokrasi harus dihormati sebagai wujud kedaulatan rakyat. Karena itu, menurutnya, hasil pemilu tidak semestinya terus dipersoalkan hingga memicu kegaduhan politik.

Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memang berhak memiliki pandangan berbeda, tetapi perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi konflik berkepanjangan.

"Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan. Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tetapi alternatifnya apa? Apakah kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut," ujar Kepala Negara.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak menolak kritik maupun perbedaan pendapat. Namun, menurutnya, tindakan yang mengarah pada kerusuhan, kebencian, hingga permusuhan bukanlah jalan yang membawa bangsa menuju kemajuan.

"Silakan kalau ada yang berpendapat lain. Itu hak. Saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu tidak produktif. Sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," katanya.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan. Berdasarkan pelajaran sejarah yang dipahaminya, negara akan maju apabila para elit mampu bekerja sama, bukan terus terjebak dalam konflik politik.

"Dari apa yang saya pelajari dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa bekerja sama, itulah bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa bekerja sama, bangsa itu tidak bisa menjadi potensinya. Ini sejarah mengajarkan sampai hari ini," lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo Bingung soal Usulan Laba BUMN Dipakai untuk Dana Riset: Masalahnya...

Sebelumnya, Anies Baswedan sempat menjadi sorotan usai menjawab pertanyaan mengenai apakah dirinya menyesal maju pada Pilpres 2024.

Alih-alih menjawab secara langsung, Anies justru balik bertanya kepada masyarakat.

“Ada yang tanya, Pak Anies, nyesel nggak ikut Pilpres? Maka jawaban saya, nyesel nggak, nggak milih kemarin? Jadi bukan nyesel saya ikut Pilpres. Saya tanya nyesel nggak Anda nggak milih kemarin,” kata Anies dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri