Kredit Foto: Instagram/Dede Budhyarto
Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menegaskan agar pendukung Anies Baswedan tidak bersikap munafik terkait praktik bagi-bagi kursi jabatan untuk tim sukses pemenangan.
Dede mengkritik pendukung Anies yang meributkan soal jabatan komisaris BUMN untuk tim sukses Prabowo–Gibran di Pilpres 2024. Menurutnya, Anies sendiri pernah menjadi pelaku sekaligus penerima praktik politik serupa.
Ia mengingatkan bahwa pada Pilpres 2014, Anies sendiri pernah menjadi Juru Bicara dan Tim Sukses Jokowi–JK, lalu langsung mendapat jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, ia dipecat pada 2016.
"Setelah dipecat, 2017 dinaikan derajatnya lagi berkat Pak Prabowo yang mengusungnya jadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, berpasangan dengan Sandiaga Uno, saat itu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," tulis Dede di akun X pribadinya, dikutip Senin (29/6).
Sebagai Gubernur DKI, Anies membentuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang membengkak hingga 73–74 orang, jauh lebih banyak dibanding era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang hanya 9–15 orang. Anggarannya dari APBD mencapai Rp19,8 miliar hingga Rp26 miliar, rekor terbanyak dalam sejarah Pemda DKI.
Selain itu, sejumlah tim sukses dan relawan Anies juga diangkat menjadi komisaris BUMD, di antaranya:
1. Adnan Pandu Praja, mantan tim sukses Anies–Sandi, diangkat jadi Komisaris PT MRT Jakarta (2019).
2. Rene Suhardono Canoneo, tim sukses Anies, diangkat jadi Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol.
3. Geisz Chalifah, relawan dan orang dekat Anies, duduk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.
Baca Juga: PSI Bidik Kursi DPR 2029, Pengamat Ingatkan 80% Pemilih Belum Terikat Partai
4. Sahrin Hamid, jubir sekaligus loyalis Anies, mendapat posisi komisaris di BUMD Jakpro.
Dede menegaskan praktik politik semacam ini bukan hal baru.
"Jangan MUNAFIK. Politik itu memang begitu, orang yang bantu menang biasanya dapat posisi kepercayaan. Anies lakukan itu, Jokowi/Prabowo juga," tandas Dede.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: