Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Mau Batik dan Anyaman Punah, Dedi Mulyadi Bakal Gaji Pembatik hingga Pengukir

Tak Mau Batik dan Anyaman Punah, Dedi Mulyadi Bakal Gaji Pembatik hingga Pengukir Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas program pemberian insentif bagi para pelaku seni dan budaya tradisional agar mereka dapat mengajarkan keahliannya kepada generasi muda. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ekonomi kreatif.

Menurut Dedi, pemerintah akan mengumpulkan para pembatik, pengukir, pelukis, penganyam, hingga ahli masakan tradisional untuk diberi insentif setiap bulan. Sebagai imbalannya, mereka bertugas mentransfer keterampilan kepada generasi penerus secara berkelanjutan.

"Saya sudah minta kumpulkan para pembatik, beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional, sampai anyaman agar keahliannya tidak putus," ujar Dedi Mulyadi, Senin (29/6/2026).

Ia menilai regenerasi pelaku budaya harus berjalan seiring dengan penguatan UMKM. Menurutnya, Jawa Barat tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi kreatif, tetapi juga harus memastikan keterampilan tradisional tetap lestari di tengah perubahan zaman.

Dedi mengingatkan, tanpa regenerasi, jumlah pembatik, pemahat, pelukis, dan penganyam tradisional akan terus berkurang sehingga berisiko menghilangkan warisan budaya yang menjadi identitas Jawa Barat.

Ia juga menyoroti besarnya potensi kerajinan anyaman di Tasikmalaya dan Garut. Namun, semakin sedikit anak muda yang tertarik menekuni profesi tersebut sehingga diperlukan program khusus untuk menarik minat generasi penerus.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membentuk Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis sebagai pusat pembelajaran keterampilan tradisional. Melalui program ini, para maestro budaya diharapkan dapat mewariskan ilmu secara langsung kepada generasi muda.

Selain memperkuat pelestarian budaya, Dedi menilai Sunda Karsa Fest menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perkembangan UMKM sekaligus memperluas promosi produk kreatif Jawa Barat.

Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan Sunda Karsa Fest tidak hanya dipusatkan di Kota Bandung, tetapi digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota agar manfaat ekonomi kreatif dapat dirasakan lebih merata.

"Kita usulkan Sunda Karsa Fest tidak hanya berlangsung di Kota Bandung, tetapi digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota agar manfaat ekonomi kreatif dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri