Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Tak Tutup Pintu Gugatan Keluarga Bocah Korban Proyek Manggarai, Pemprov DKI Klaim Sudah Beri Pendampingan Penuh

Pramono Tak Tutup Pintu Gugatan Keluarga Bocah Korban Proyek Manggarai, Pemprov DKI Klaim Sudah Beri Pendampingan Penuh Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap menghormati langkah hukum yang mungkin ditempuh keluarga bocah berinisial I (4), korban meninggal dunia akibat terjatuh ke lubang proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Meski membuka ruang bagi keluarga untuk menggugat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah daerah telah memberikan pendampingan penuh sejak insiden terjadi hingga proses pemakaman korban selesai.

Pramono mengatakan seluruh bentuk bantuan kepada keluarga telah diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dan empati atas peristiwa yang merenggut nyawa anak tersebut.

"Pemprov DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).

Selain bantuan kebutuhan keluarga, Pramono mengaku langsung menginstruksikan aparat wilayah agar mendampingi proses penanganan korban sejak malam kejadian.

Pendampingan tersebut melibatkan camat, lurah, hingga jajaran pemerintah setempat yang ikut mengawal proses evakuasi dan pemakaman.

"Jadi kami sudah terlibat dari awal termasuk saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan," ujarnya.

Di tengah upaya pendampingan tersebut, Pramono menegaskan pemerintah tidak akan menghalangi apabila keluarga memilih membawa kasus itu ke jalur hukum.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk mencari keadilan, terlebih insiden tersebut merupakan musibah yang sama sekali tidak diharapkan.

"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan," ucapnya.

Pramono juga menjelaskan lokasi tempat korban terjatuh merupakan proyek pembangunan taman yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui skema corporate social responsibility (CSR).

Ia menyebut area tersebut seharusnya sudah berada dalam kondisi tertutup ketika proses pembangunan berlangsung.

Berdasarkan penjelasan Pramono, korban malam itu sedang menemani ibunya yang berjualan teh di sekitar kawasan Manggarai.

Menjelang tengah malam, bocah tersebut diduga masuk ke area proyek dan terjatuh ke dalam lubang pengecoran yang berada di balik pembatas proyek.

"Kebetulan anak ini ikut menemani ibunya jualan teh di Manggarai. Jamnya itu sudah hampir jam 12 malam, jam 11.50-anlah begitu. Anak ini kemudian main ke ruang yang sebenarnya tertutup dan di ruang tertutup itu ada lubang untuk pengecoran di tempat itu," jelas Pramono.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk melakukan proses penyelamatan setelah laporan diterima dari keluarga korban.

Namun, setelah berhasil dievakuasi, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

"Anak tersebut masuk ke tempat itu. Kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat," kata Pramono.

Data Command Center Damkar mencatat peristiwa itu bermula ketika korban bermain bersama temannya di sekitar proyek pembangunan taman pada Sabtu (27/6) malam.

Tanpa disadari, korban melewati celah pembatas seng proyek sebelum akhirnya berlari di area pembangunan hingga terperosok ke dalam lubang.

"Awal kejadian korban main dan tanpa disadari masuk ke bawah pembatas seng dan berlari di area pengerjaan taman, ketika sedang berlari korban terperosok ke dalam lubang," demikian keterangan Command Center Damkar.

Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 00.02 WIB dan operasi penyelamatan dimulai beberapa menit kemudian.

"Kemudian keluarga korban langsung melaporkan ke Damkar Matraman, informasi tersebut langsung di sampaikan ke SCC 41 dan langsung di tindak lanjuti," tulis laporan tersebut.

Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari tiga jam hingga korban berhasil diangkat dari dalam lubang sekitar pukul 03.40 WIB.

Baca Juga: Hubungkan Kelapa Gading Hingga Pusat Kota, Jalur LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Tuntas Agustus

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di proyek yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas umum milik Pemprov DKI Jakarta.

Di sisi lain, pernyataan Pramono yang mempersilakan keluarga menempuh jalur hukum membuka peluang proses hukum berjalan bersamaan dengan evaluasi terhadap aspek keselamatan proyek serupa di ibu kota.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama