Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Siapkan Operasi Baru Demi Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Israel Siapkan Operasi Baru Demi Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Israel mengisyaratkan tengah menyiapkan operasi militer baru terhadap Iran. Hal ini menyusul potensi ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengungkapkan bahwa pihaknya telah menargetkan sosok dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dia telah masuk dalam daftar target apabila perang kembali pecah.

Baca Juga: Konsekuensi Safari Politik Jokowi ke Lampung Akan Muncul di 2029

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjelaskan berbagai skenario yang dapat memicu konflik baru antara Israel dan Iran. Menurutnya, kemungkinan eskalasi tetap terbuka apabila musuh kembali meluncurkan rudal ke Israel.

Menurut Katz, Amerika Serikat juga bisa memulai kembali perang jika mereka memutuskan melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.

Katz mengatakan hal tersebut merupakan salah satu kemungkinan skenario yang bisa muncul dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Jika ia menilai proses negosiasi telah mencapai jalan buntu, maka ia bisa memutuskan kembali melakukan serangan.

"Jika Iran menyerang, maka itu akan menjadi perang Iran ketiga. Situasinya sangat jelas," kata Katz, dikutip Selasa (30/6).

Ia menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan serangan rudal terhadap wilayahnya tanpa memberikan balasan yang keras. Bahkan Katz menyebut eskalasi tersebut dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

"Tidak ada situasi di mana Israel akan membiarkan rudal ditembakkan ke wilayahnya tanpa merespons dengan kekuatan. Itu bisa terjadi dalam dua hari," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, ia sendiri mengaku telah menginstruksikan pasukannya untuk mulai mempersiapkan operasi militer baru di Iran.

"Saya menginstruksikan pasukan kami untuk mempersiapkan operasi biru-putih di Iran," katanya.

Pernyataan paling menyita perhatian muncul ketika ia ditanya mengenai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Katz secara terbuka menyebut bahwa pemimpin negara tersebut telah menjadi sasaran apabila operasi militer benar-benar dijalankan.

Mojtaba Khamenei disebutkan telah "ditandai untuk dibunuh" apabila situasi berkembang menuju konflik terbuka. Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal paling keras dari pemerintah setempat sejak kembali memanasnya ketegangan dengan Iran di Timur Tengah.

Di sisi lain, Israel masih menunggu perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, Washington dan Teheran sepakat melanjutkan pembicaraan setelah sempat terjadi saling serang di kawasan Selat Hormuz. Namun pemerintah Israel tetap mempersiapkan berbagai opsi militer apabila proses diplomasi gagal menghentikan eskalasi.

Baca Juga: Ambisi Besar Israel Tertahan Kepentingannya Trump Soal Iran-Amerika: Seandainya Tidak Ada Tekanan...

Sikap Israel menunjukkan bahwa meski jalur negosiasi masih berlangsung, Tel Aviv tidak mengendurkan kesiapan militernya. Dengan menempatkan Mojtaba Khamenei sebagai target potensial dan memerintahkan persiapan operasi baru, pemerintah Israel mengirimkan pesan bahwa setiap serangan dari Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih luas dan terarah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: