Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cetak Sejarah Baru, Mentan Amran Resmi Hentikan Total Impor Solar Mulai Juli

Cetak Sejarah Baru, Mentan Amran Resmi Hentikan Total Impor Solar Mulai Juli Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara resmi mendeklarasikan penghentian total kucuran impor bahan bakar minyak jenis solar berkapasitas jutaan ton. Mulai awal Juli besok, sektor pertanian dan energi tidak lagi mengimpor lima juta ton solar demi memenuhi kebutuhan nasional.

Dia mengatakan, B50 dari minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) akan digunakan sebagai bahan bakar biosolar se-Indonesia.

"Mulai hari ini, sejarah baru, sektor pertanian dan energi mulai jam 06:00 tadi tidak mengimpor solar lagi 5 juta ton, dan ini sejarah baru," jelas Amran dalam sambutannya Pemilihan Ketua Umum Persatuan Wredatama (PWRI) Pertanian Masa Bhakti 2026-2031 di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Amran mengungkapkan kebijakan B50 sebagai bahan bakar solar nasional ini menjadi tonggak sejarah Indonesia dalam 80 tahun ini. Keputusan ini, lanjut Amran, diyakini mampu mematahkan ketergantungan negara ini pada blok pasar minyak bumi internasional.

“Nah tiga krisis dunia sekarang: air, pangan, energi. Tiga-tiga solusinya di Indonesia, dan itu ada di pertanian. Ini yang bisa menyelamatkan negara,” ungkap Amran.

Baca Juga: Bank Mandiri Genjot Penyaluran Kredit usai Purbaya Tambah Dana SAL Rp400 ke Himbara

Baca Juga: Bank Mandiri Sebut Penempatan Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Dorong Penyaluran Kredit

Lebih lanjut, Amran mengatakan kapasitas raksasa hasil panen kebun sawit nusantara dipastikan sanggup menambal bolongnya defisit bensin di SPBU.

"Sawit kita melimpah, 52 juta ton. Kita alihkan 5 juta, harga dunia naik," terang Amran.

Dia menegaskan, strategi taktis penerapan B50 hingga B100 dirancang sedemikian rupa agar negara mampu mendikte pasar minyak bursa dunia, bukan sebaliknya.

"Jadi kita mempermainkan dunia, jangan dunia mempermainkan kita. Kita lepas, begitu harga dunia turun, kita tarik jadikan solar," lugas Amran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra