Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang Pilpres 2029, Jokowi Sedang Cari Musuh

Jelang Pilpres 2029, Jokowi Sedang Cari Musuh Kredit Foto: Instagram/Sammy Notaslimboy
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komedian Sam Darma Putra Ginting alias Sammy Notaslimboy menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sedang mencari musuh menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2029.

Hal itu ia sampaikan menanggapi ritual adat Jokowi yang menginjak kepala kerbau di atas karpet merah. Banyak pihak mengaitkan prosesi tersebut dengan PDIP yang berlambang banteng.

"Jokowi ritual injak kepala kerbau di karpet merah. Biasa aja, orang aja pada lebay. Simbolik, keren gila. Norak, cari musuh. Menurut gua sih yang terakhir," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (1/7).

Seperti diketahui, Jokowi menjalani prosesi adat di Lampung dengan menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Langkah Jokowi itu memicu reaksi beragam. PDIP menertawakan momen tersebut, sementara PSI menilai sikap PDIP justru merendahkan budaya Lampung.

Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan bahwa ritual injak kepala kerbau adalah bentuk penghormatan dari para pemimpin adat kepada Jokowi. 

"Iya itu adalah sebuah prosesi adat istiadat Lampung dari beberapa kerajaan itu ya, kerajaan adat itu mereka memberikan penghargaan kepada Pak Jokowi dengan ritual yang memang telah dilaksanakan sebelum adanya PDIP di republik ini," ucap Bestari, dikutip Selasa (30/6).

Bestari juga mengkritik pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang mempertanyakan kualitas Jokowi. Menurutnya, PDIP sebaiknya berbenah diri ketimbang terus mengomentari mantan presiden. Ia bahkan meminta Megawati Soekarnoputri menasihati kader PDIP agar lebih menghormati adat dan budaya lokal.

"Mulai hari ini semoga Bu Megawati bisa menasihati anak buahnya untuk lebih menghormati budaya masyarakat Indonesia di mana pun berada gitu. Masukkan dalam kurikulum sekolah partai di PDIP gitu," tutur dia.

Sementara itu, Andreas Hugo Pareira mengaku tidak memahami tradisi tersebut. Ia menegaskan bahwa lambang PDIP adalah banteng bermoncong putih, bukan kerbau, sehingga prosesi itu tidak bisa dimaknai sebagai penghinaan terhadap partai.

Baca Juga: Safari Politik ke Lampung Bikin Jokowi Kena Semprot Ketua DPR: Jaga Situasi Tetap Adem Ya

Baca Juga: Konsentrasi Prabowo Terganggu dengan Adanya Safari Politik Jokowi, Kata Pengamat

"Tapi kalau seandainya menginjak kepala kerbau itu, oleh yang menginjak, mau dimaknai sebagai simbolisasi menghina PDI Perjuangan, ha-ha-ha..., maaf, lambang PDI Perjuangan bukan kepala kerbau. Lambang PDI Perjuangan itu banteng moncong putih," ucap dia.

Ritual injak kepala kerbau ini viral di media sosial dan menjadi bahan perdebatan publik, memperpanjang ketegangan antara PDIP dan PSI terkait posisi  politik Jokowi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya