- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Penjualan Listrik PLN Indonesia Power Capai 82,17 TWh, Lampaui Target RKAP 2025
Kredit Foto: PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 82,17 terawatt hour (TWh) sepanjang 2025 atau setara 109% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Realisasi tersebut menjadi salah satu capaian utama perseroan yang dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama PT PLN (Persero).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan sepanjang 2025 perseroan berhasil melampaui sejumlah indikator kinerja utama yang telah ditetapkan dalam RKAP. Selain penjualan tenaga listrik, perusahaan juga mencatat penyelesaian proyek pembangkit strategis serta kinerja keuangan yang bertumbuh.
"Sepanjang tahun 2025, PLN Indonesia Power berhasil membukukan kinerja yang melampaui target RKAP pada berbagai indikator utama. Capaian penjualan tenaga listrik, penyelesaian proyek pembangkit strategis, serta kinerja keuangan yang solid menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan kinerja terbaik bagi pemegang saham," ujar Bernadus dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (2/7/2026).
Dari sisi operasional, PLN Indonesia Power mencatat Equivalent Availability Factor (EAF) pembangkit non-PLTU sebesar 93,18%, lebih tinggi dibandingkan target RKAP sebesar 90,52%.
Perseroan juga menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 2.060 megawatt (MW) dan mengoperasikan tiga unit pembangkit baru sepanjang 2025.
Sementara itu, pengembangan bisnis di luar penjualan listrik juga menunjukkan pertumbuhan.
Realisasi bisnis Beyond kWh mencapai 156% dari target RKAP, didorong oleh peningkatan layanan Operation and Maintenance (O&M) serta Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Jasa Kelistrikan.
Bernadus mengatakan, perusahaan akan melanjutkan penguatan operational excellence, mempercepat pelaksanaan proyek-proyek dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta mendorong transformasi hijau secara berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat operational excellence, mempercepat eksekusi program-program dalam RUPTL, dan mendorong transformasi hijau secara berkelanjutan agar PLN Indonesia Power dapat terus memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat," katanya.
Dalam RUPS tersebut, Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto meminta PLN Indonesia Power memastikan seluruh program dalam RKAP dan RUPTL dijalankan secara disiplin, terukur, dan tepat waktu melalui penguatan keandalan operasional serta peningkatan efisiensi.
Baca Juga: Said Iqbal Minta Skema Take or Pay PLN Direvisi
Baca Juga: PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis Energi ke Amerika Latin dan Karibia
"PLN Indonesia Power harus memastikan setiap program yang telah ditetapkan dapat dieksekusi secara disiplin, terukur, dan tepat waktu. Dengan komitmen yang kuat, sinergi seluruh insan perusahaan, serta fokus pada operational excellence dan agenda transformasi, saya meyakini target RKAP dan program strategis dalam RUPTL dapat tercapai secara optimal," ujar Yusuf.
Selain capaian operasional dan bisnis, PLN Indonesia Power juga memperoleh 54 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang terdiri atas 7 PROPER Emas, 22 PROPER Hijau, dan 25 PROPER Biru, serta sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra