Satu Pekerja Tewas, Kemenperin Turun Tangan Usut Ledakan Pabrik Herbal di Semarang
Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Perusahaan tersebut merupakan produsen herbal infusion atau olahan herbal. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB itu langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka cita atas musibah yang menimbulkan korban jiwa dan korban luka. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional industri.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri berisiko tinggi atau bertekanan tinggi,” kata Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (3/7/2026).
Sebagai tindak lanjut, Agus menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian. Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara menyeluruh, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dalam proses investigasi.
Berdasarkan laporan awal, indikasi panas berlebih (overheat) pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terdeteksi sekitar pukul 09.30 WIB. Kondisi tersebut kemudian diikuti ledakan pada tabung sterilisasi di area produksi bagian belakang antara pukul 09.45 hingga 09.56 WIB. Ledakan memicu kebakaran dan menyebabkan sebagian bangunan pabrik runtuh.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB setelah petugas pemadam kebakaran melakukan upaya penanganan di lokasi.
Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia, yakni Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak. Selain itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan, dugaan sementara penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas desain operasional alat.
Baca Juga: Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana di Sumatra
“Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini,” ujar Putu.
Untuk mendukung proses investigasi, seluruh aktivitas produksi di fasilitas tersebut sementara dihentikan. Kemenperin menyatakan akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Selain itu, Kemenperin mengingatkan seluruh pelaku industri manufaktur agar melakukan inspeksi, perawatan, serta kalibrasi berkala terhadap mesin dan peralatan produksi guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja serupa di masa mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman