Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dino Patti Djalal Kritik Prabowo Tak Kirimkan Delegasi Resmi ke Upacara Pemakaman Pemimpin Iran, 'Takut Amerika?'

Dino Patti Djalal Kritik Prabowo Tak Kirimkan Delegasi Resmi ke Upacara Pemakaman Pemimpin Iran, 'Takut Amerika?' Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengkritik keras keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi ke upacara pemakaman pemimpin Iran, Ayatollah Khamenei.

Dino menilai absennya Indonesia dalam momen krusial tersebut menjadi tanda tanya besar bagi konsistensi politik luar negeri (polugri) Indonesia yang berprinsip "bebas aktif".

"Apakah ini berarti politik luar neger (polugri) bebas aktif kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Apakah rasa takut (fear) kini menjadi faktor dalam politik luar negeri Indonesia?" ujar Dino dalam pernyataannya yang dikutip dari media sosial X.

Hanya Diwakili Duta Besar, Teheran Anggap RI Menyepelekan

Menurut informasi yang diterima Dino, pihak Iran telah melakukan berbagai upaya gigih untuk mengundang Pemerintah Indonesia secara resmi. Namun, undangan tersebut kabarnya tidak mendapat tanggapan semestinya dari Jakarta.

Pada akhirnya, Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar (Dubes) RI di Teheran. Langkah ini dinilai oleh pihak Teheran sebagai sikap yang menyepelekan undangan tersebut.

Padahal, sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Turki, Qatar, Oman, Pakistan, Rusia, Tiongkok, hingga Malaysia tetap mengirimkan delegasi resmi tingkat menteri. Bahkan, Pakistan mengutus delegasi pada tingkat presiden.

Absennya Indonesia menjadikan RI sebagai satu-satunya negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang tidak mengirimkan delegasi khusus.

Lebih lanjut, Dino juga mempertanyakan apakah ketidakhadiran ini merupakan bentuk ketakutan geopolitik atau justru mencerminkan buruknya manajemen sistem politik luar negeri di internal pemerintah.

"Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah? Sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan," kritiknya.

Dino menyayangkan mengapa pemerintah tidak mengutus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) urusan dunia Islam, Anis Matta, yang pada saat bersamaan justru sedang melakukan kunjungan rutin ke Asia Tengah.

Dino mengingatkan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia yang hubungannya selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati tanpa pernah ada konflik.

Kehadiran delegasi resmi Indonesia, menurutnya, seharusnya bisa menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif sekaligus memberikan sinyal tegas dari Jakarta bahwa serangan militer terhadap Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yang melanggar hukum internasional.

"Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi. Ingat, bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat