Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

UEFA Serang FIFA Usai Keputusan Kontroversial Soal Skors Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

UEFA Serang FIFA Usai Keputusan Kontroversial Soal Skors Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik besar terjadi di tubuh sepak bola dunia setelah UEFA melayangkan kritik keras kepada FIFA terkait keputusan skorsing Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut membuat striker Amerika Serikat itu tetap bisa tampil melawan Belgia di babak 16 besar.

Sebelumnya, Balogun dijatuhi kartu merah langsung usai laga fase gugur melawan Bosnia setelah tinjauan VAR. Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah langsung secara otomatis berujung larangan bermain satu pertandingan tanpa bisa diajukan banding.

Namun situasi berubah drastis setelah FIFA memutuskan menunda sanksi tersebut selama satu tahun dalam masa percobaan. Keputusan ini membuat Balogun tetap dapat memperkuat Amerika Serikat di laga penting kontra Belgia.

UEFA langsung merespons keras langkah tersebut dan menilai keputusan FIFA telah melewati batas kewenangan dalam regulasi sepak bola. Kritik tersebut menjadi sorotan utama dalam dinamika baru antara dua badan sepak bola terbesar di dunia.

"Keputusan ini telah melewati batas," demikian pernyataan UEFA.

UEFA menilai bahwa perubahan terhadap aturan dasar seperti hukuman kartu merah berpotensi merusak integritas kompetisi. Menurut mereka, keputusan semacam ini tidak seharusnya diubah dalam situasi turnamen yang sedang berlangsung.

Kontroversi semakin meluas setelah muncul laporan bahwa keputusan FIFA tidak lepas dari komunikasi tingkat tinggi di luar ranah olahraga. Hal ini memicu perdebatan mengenai independensi federasi sepak bola dunia dari pengaruh politik.

Sejumlah pihak menyebut bahwa intervensi dari tokoh politik global menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan keputusan tersebut. Situasi ini kemudian memperkeruh suasana menjelang laga penting Amerika Serikat melawan Belgia.

Pihak Belgia sendiri turut menyuarakan kekecewaan atas keputusan mendadak tersebut. Mereka menilai perubahan aturan di tengah turnamen merugikan persiapan tim yang sudah dilakukan sejak lama.

Pelatih Belgia bahkan menyindir situasi tersebut dengan nada sarkastik. Ia menilai keputusan FIFA tidak masuk akal jika dibandingkan dengan aturan dasar yang selama ini berlaku di sepak bola internasional.

"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sekarang menjadi 1 April," ujar pelatih Belgia.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan mendalam dari kubu Belgia terhadap keputusan FIFA yang dinilai tidak konsisten dengan prinsip fair play.

Di sisi lain, FIFA mempertahankan keputusannya dengan mengacu pada regulasi internal yang memungkinkan penangguhan hukuman dalam kondisi tertentu. FIFA menyebut langkah tersebut masih sesuai dengan aturan disipliner yang berlaku.

Meski demikian, UEFA tetap bersikeras bahwa keputusan tersebut berbahaya bagi kredibilitas kompetisi internasional. Mereka menilai preseden ini bisa membuka ruang intervensi lebih luas di masa depan.

Baca Juga: Keputusan FIFA Loloskan Folarin Balogun dari Sanksi Menuai Kontroversi, Diduga Ada Intervensi Politik Donald Trump

Belgia juga dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan untuk menanggapi keputusan tersebut secara resmi. Mereka menilai seluruh tim peserta harus mendapatkan perlakuan yang sama tanpa pengecualian.

Sementara itu, Amerika Serikat tetap diuntungkan dengan keputusan ini karena Balogun merupakan salah satu pemain kunci dalam perjalanan mereka di turnamen. Striker tersebut telah mencetak tiga gol dan menjadi andalan utama di lini depan.

Kritik terhadap FIFA kini semakin meluas dan tidak hanya datang dari federasi Eropa, tetapi juga dari pengamat sepak bola internasional yang mempertanyakan transparansi keputusan tersebut. Isu ini diperkirakan masih akan terus berkembang seiring berjalannya turnamen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama