Kredit Foto: PSI
Ketegangan antara PDIP dan PSI kembali memanas. Kali ini, elite PDIP melontarkan kritik keras dengan menyebut PSI hanya mencari panggung politik lewat serangan kepada partai berlambang banteng tersebut, bahkan menyindir ambisi PSI yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai "Kandang Gajah".
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang mempertanyakan mengapa PDIP masih terus mengomentari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), meski sudah bukan kader partai itu.
Menurut Deddy, justru PSI yang dinilainya terus membawa-bawa nama PDIP demi menarik perhatian publik.
"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI, sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," kata Deddy kepada wartawan.
Ia menilai PSI lebih sering menciptakan sensasi politik dibanding menyuarakan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.
Baca Juga: PDIP: Jokowi Sampai Paksakan Keliling Artinya PSI Sangat Lemah
"Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral," ujarnya.
Deddy pun menantang PSI untuk lebih vokal terhadap berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.
"Ditunggu suaranya soal tuntutan mahasiswa, kasus suap Bupati Kuansing dan soal-soal lain yang terkait dengan rakyat," lanjut Deddy.
Senada dengan Deddy, Juru Bicara PDIP Guntur Romli juga melontarkan sindiran terhadap ambisi PSI yang ingin mengubah Jawa Tengah dari "Kandang Banteng" menjadi "Kandang Gajah".
Menurut Guntur, rencana safari politik Jokowi ke Jawa Tengah justru memperlihatkan bahwa PSI belum memiliki kekuatan politik yang cukup.
"Jangan terlalu sombong mau ganti Jateng dari Kandang Banteng menjadi kandang gajah," kata Guntur.
Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024, PSI tetap gagal lolos ke parlemen meski saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden dan secara terbuka dikaitkan dengan partai tersebut.
Baca Juga: Saking Takutnya Dipenjara? Kubu Jokowi Klaim Roy Suryo Salah Langkah Ajukan Praperadilan Jilid II
"Jokowi jadi presiden saja tidak mampu meloloskan PSI tahun 2024 padahal udah pake tagline PSI Partai Jokowi, apalagi gak jadi presiden," sindir Guntur.
Di akhir pernyataannya, Guntur juga menilai safari politik Jokowi tidak lepas dari kepentingan politik keluarga.
"Safari politik Jokowi untuk semakin membuktikan ambisi kekuasaan keluarga Jokowi, demi kepentingan anak-anak dia," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri