Kredit Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Akademisi dari Cross Culture Institute, Ali Syarief, menyoroti bahwa dalam sistem politik yang dianggap “buruk”, seseorang seperti Gibran Rakabuming Raka bisa saja menjadi wakil presiden.
Ia bahkan menambahkan, tidak mustahil Gibran akan kembali diusung menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2029.
"Dalam sistem politik yang buruk - Gibran bisa jadi wapres. Juga tidak mustahil diusung lagi menjadi capres. Waraskah?' tulis Ali di akun X pribadinya, dikutip Selasa (7/7).
Sebagai informasi, wacana mendorong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maju sebagai capres pada Pemilu 2029 mulai masif di tingkat akar rumput, meski ditanggapi dingin oleh elite koalisi pemerintah.
Kelompok relawan pendukung bernama GP-Gibran secara terbuka mendeklarasikan dukungan agar Gibran disiapkan menjadi Capres ke-9 RI. Hingga awal Juli 2026, mereka dilaporkan telah membentuk kepengurusan di 38 provinsi serta hampir separuh kabupaten/kota di Indonesia dengan menjaring sekitar 10 ribu anggota.
Baca Juga: Bambang Pacul Singgung Gibran soal Papua Memanas: Itu Tanggung Jawab Wapres
Isu ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik pendukung keluarga Jokowi, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menyebut Gibran memiliki kapasitas politik besar untuk menjadi kompetitor utama dalam bursa capres masa depan.
Sejumlah pengamat politik menganalisis adanya potensi Gibran pecah kongsi dan maju sebagai rival bagi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Pola ini dinilai mirip dengan dinamika politik masa lalu ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhadapan dengan Jusuf Kalla.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: