Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Satu Jaket, Ragam Peran: Kisah Bang Sinyo Menghidupkan Kampung Lewat Mural dan Mengabdi Jadi RT

Satu Jaket, Ragam Peran: Kisah Bang Sinyo Menghidupkan Kampung Lewat Mural dan Mengabdi Jadi RT Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di pasar, ia pedagang ayam. Di lingkungannya, ia sekretaris RT. Di dinding-dinding kampung, ia pelukis mural. Dan setiap hari, ia mitra ojek online (ojol) yang mengaspal di jalanan Jakarta.

Bagi Bang Sinyo, menjadi mitra ojek online (ojol) bukan hanya soal mencari nafkah di jalan. Fleksibilitas waktu yang dimilikinya justru membuka ruang baginya untuk menjalankan banyak peran lain dalam kehidupan sehari-hari.

Di sela-sela menerima order, pria yang tinggal di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, itu juga aktif mengurus lingkungan tempat tinggalnya, berdagang ayam di pasar, serta menyalurkan kecintaannya pada seni melalui lukisan mural.

“Fleksibilitas waktunya sangat banyak bagi kita dan bisa sambil berkarya sebanyak-banyaknya,” kata Bang Sinyo saat ditemui di tempat tinggalnya di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Sosok Bang Sinyo menggambarkan sisi lain dari keseharian mitra ojol: bagaimana keleluasaan mengatur waktu tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Bang Sinyo mengaku keleluasaan dalam mengatur waktu menjadi salah satu alasan utama dirinya tetap bertahan sebagai mitra ojol sejak 2015 hingga sekarang. Baginya, pekerjaan ini tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga ruang untuk menjalankan berbagai peran lain yang sama pentingnya bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Kalau lagi ada urusan kampung atau dagangan, saya bisa atur sendiri waktunya. Setelah selesai, baru jalan lagi narik,” ujarnya.

Bang Sinyo kian memanfaatkan keleluasaan tersebut untuk menjalankan usaha berjualan ayam di pasar. Baginya, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan menjadi salah satu cara untuk menjaga ekonomi keluarga tetap stabil di tengah tingginya kebutuhan hidup di Jakarta.

Selain berdagang, Bang Sinyo juga dipercaya warga untuk menjadi Sekretaris RT di lingkungan tempat tinggalnya. Amanah itu ia jalankan di sela-sela aktivitasnya mencari nafkah sebagai mitra ojol. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan administrasi atau harus menghadiri kegiatan lingkungan, ia dapat menyesuaikan jadwal kerja secara mandiri.

“Banyak warga yang datang ke rumah untuk urusan surat atau kegiatan RT. Kalau memang ada keperluan, saya tinggal off dulu, setelah selesai baru jalan lagi,” tuturnya.

Kesibukan sebagai pedagang dan pengurus lingkungan ternyata belum cukup untuk menggambarkan sosok Bang Sinyo. Di balik jaket ojol yang dikenakannya sehari-hari, ia juga memiliki kecintaan terhadap dunia seni.

Sejak lama, Bang Sinyo menekuni seni lukis mural. Sejumlah dinding di lingkungan tempat tinggalnya pernah menjadi media untuk menyalurkan kreativitas. Lewat mural, ia tidak hanya mempercantik kawasan sekitar, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, mengubah dinding-dinding kosong yang tampak biasa menjadi ruang ekspresi yang membawa warna baru bagi warga sekitar.

Bagi Bang Sinyo, seni dapat menjadi cara sederhana untuk membuat lingkungan terasa lebih hidup. Dinding-dinding kosong yang sebelumnya tampak biasa, bisa berubah menjadi ruang ekspresi yang membawa warna baru bagi warga sekitar.

Selain berkarya, kepedulian Bang Sinyo terhadap sesama juga beberapa kali terlihat saat ia berada di jalan. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia membantu seorang ibu yang membutuhkan pertolongan untuk segera menuju fasilitas kesehatan.

Saat itu, dengan sigap Bang Sinyo membantu mengantar ibu tersebut agar bisa mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Baginya, tindakan seperti itu merupakan bagian dari kepedulian yang sudah semestinya dilakukan ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa keseharian mitra ojol tidak selalu hanya tentang perjalanan dari satu titik ke titik lainnya. Di jalan, mereka kerap berhadapan langsung dengan berbagai situasi, termasuk momen ketika kehadiran dan kepedulian seseorang dapat sangat berarti bagi orang lain.

Melalui berbagai peran yang dijalaninya, Bang Sinyo menunjukkan bahwa fleksibilitas sebagai mitra ojol dapat menjadi ruang untuk terus produktif, berkarya, dan berkontribusi. Ia tidak hanya mencari nafkah sebagai mitra pengemudi, tetapi juga hadir sebagai pedagang pasar, sekretaris RT, pelukis mural, kepala keluarga, sekaligus warga yang aktif membantu lingkungan sekitarnya.

“Kalau waktunya bisa kita atur sendiri, kita juga jadi punya kesempatan untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Kisah Bang Sinyo menjadi gambaran bahwa di balik keseharian para mitra ojol, ada banyak cerita tentang kerja keras, kemandirian, dan kontribusi yang tumbuh dari lingkungan terdekat. Dengan waktu yang dapat dikelola secara fleksibel, Bang Sinyo membuktikan bahwa jalanan bukan hanya tempat untuk mencari penghasilan, tetapi juga ruang untuk terus bergerak, membantu sesama, dan memberi warna bagi masyarakat di sekitarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat