Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nasib AS di Rumah Sendiri, Sudah Curang Dibantai Pula oleh Belgia

Nasib AS di Rumah Sendiri, Sudah Curang Dibantai Pula oleh Belgia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tim Nasional Amerika Serikat (AS) tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar.

Kekalahan di kandang sendiri itu terjadi setelah pertandingan lebih dulu diwarnai intrik politik dan lobi-lobi tingkat tinggi yang menuai polemik terkait pembatalan sanksi kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun.

Kontroversi muncul setelah hukuman larangan bermain Balogun usai laga melawan Bosnia dibatalkan. Pembatalan tersebut dikaitkan dengan komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Keputusan membatalkan hukuman Balogun memicu protes dari kubu Belgia. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang sulit diterima.

Federasi Sepak Bola Belgia bersama UEFA juga dikabarkan melayangkan protes resmi dan mengancam membawa persoalan itu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sementara itu, yang mengherankan pelatih AS Mauricio Pochettino justru mendukung keputusan tersebut, sedangkan FIFA mengakui menerima panggilan telepon dari Trump dan menyatakan melakukan penyelidikan internal.

Belgia Dominan, AS Gagal Memanfaatkan Momentum

Di atas lapangan, Belgia tampil dominan meski beberapa pemain utama seperti Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku tidak dimainkan sejak menit pertama.

Charles De Ketelaere mencetak dua gol untuk Belgia, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku masing-masing menyumbang satu gol. Amerika Serikat hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui satu gol dari tendangan bebas.

Balogun yang menjadi sorotan tampil tanpa mencetak gol sepanjang 89 menit bermain. Ia hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.

Hasil tersebut memastikan Belgia melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, sementara Amerika Serikat harus mengakhiri langkahnya di hadapan publik sendiri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat