Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar 1,89% atau 113,13 poin ke level 5.873,37 pada perdagangan Selasa (8/7/2026), setelah S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam Country Classification Watchlist 2027. Langkah tersebut membuka risiko penurunan klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market menjadi special measures/frontier apabila persoalan transparansi kepemilikan saham dan dampaknya terhadap likuiditas pasar tidak terselesaikan.
IHSG bergerak melemah sejak pembukaan perdagangan di level 5.984,18. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.984,47 sebelum turun hingga level terendah 5.872,02. Nilai transaksi mencapai Rp10,54 triliun dengan volume 21,18 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,958 juta kali.
Tekanan pasar terjadi secara merata. Sebanyak 512 saham melemah, sementara hanya 195 saham menguat dan 256 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut menjadi Rp10.276 triliun.
Sektor industri dasar mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 4,35%. Sektor properti turun 2,68%, sektor barang konsumsi siklikal melemah 2,50%, transportasi turun 2,14%, dan infrastruktur terkoreksi 1,99%.
Sektor keuangan yang memiliki bobot besar terhadap IHSG juga turun 1,29%. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,98% ke Rp6.175, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 2,45% ke Rp2.790, dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) turun 0,01% ke Rp198.925.
Pada saham berkapitalisasi besar lainnya, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) anjlok 4,97% ke Rp3.250. PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun 0,88% ke Rp11.325.
Di pasar saham lapis bawah, PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah turun 14,98% ke Rp386. PT Trimitra Properindo Tbk. (LAND) dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP) masing-masing turun 14,29% ke Rp60. PT Pikko Land Development Tbk. (RODA) melemah 13,43% ke Rp58, sedangkan PT Nusantara Berkah Tbk. (NTBK) turun 13,33% ke Rp78.
Di tengah koreksi indeks, PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) naik 25% ke Rp1.950. PT Niramas Utama Tbk. (JELI) menguat 24,89% ke Rp1.405, PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) naik 24,51% ke Rp635, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) meningkat 24,43% ke Rp550, dan PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) naik 22,95% ke Rp150.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, 195 Saham Berada di Zona Merah
Baca Juga: BEI Buka Dialog dengan S&P DJI Usai Indonesia Masuk Watchlist 2027
S&P DJI dalam pengumuman 7 Juli 2026 menyatakan tetap memantau transparansi kepemilikan saham di Indonesia serta panduan Bursa Efek Indonesia yang ditujukan untuk menjawab kekhawatiran keterbukaan informasi dan potensi dampaknya terhadap likuiditas pasar.
“Indonesia. S&P DJI continues to track developments related to stock ownership transparency in Indonesia and the Indonesia Stock Exchange’s accompanying guidance aimed at addressing disclosure-related concerns and the potential liquidity impact,” tulis S&P DJI.
S&P DJI menyatakan dapat menerapkan special measures terhadap saham Indonesia apabila kondisi tersebut memburuk. Jika persoalan yang dipantau belum terselesaikan dalam satu tahun, klasifikasi pasar Indonesia akan kembali dievaluasi dalam tinjauan tahunan berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: