Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Maroko Akui Kehebatan Prancis, Tapi Targetnya Tetap Juara Piala Dunia 2026

Maroko Akui Kehebatan Prancis, Tapi Targetnya Tetap Juara Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelatih Timnas Maroko Mohamed Ouahbi mengakui Prancis menjadi favorit kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, pengakuan itu tidak membuat Singa Atlas gentar karena mereka datang dengan target besar, yakni merebut gelar juara dunia.

Maroko akan menghadapi Prancis pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik mengingat kedua tim sama-sama belum terkalahkan sepanjang turnamen.

Prancis melaju ke babak delapan besar dengan catatan sempurna setelah selalu menang dalam lima pertandingan sejak fase grup. Sementara itu, Maroko juga tampil impresif lewat empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Status favorit pun melekat kepada Les Bleus. Selain memiliki materi pemain bertabur bintang, Prancis juga sukses menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2022.

Meski demikian, Ouahbi memastikan timnya tidak datang untuk sekadar memberikan perlawanan.

"Prancis memang favoritnya, tapi kami akan melakukan semua yang memungkinkan untuk memenangi pertandingan besok dan lolos ke semifinal," ujar Ouahbi.

Pelatih berusia 49 tahun itu menilai Maroko terus berkembang dan kini berada di level yang mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia. Karena itu, ia meminta para pemainnya tampil tanpa rasa takut maupun penyesalan.

"Tim Maroko ini sedang berkembang seperti halnya Prancis. Kuncinya adalah memainkan pertandingan tanpa penyesalan."

"Ada hal-hal untuk ditingkatkan pada besok. Kami harus tampil 2.000 persen dan tidak memikirkan apa yang sudah kami lakukan sampai sekarang. Itu tidak buruk," lanjutnya.

Ouahbi juga menolak anggapan bahwa Maroko sudah cukup puas hanya dengan mencapai perempat final. Menurutnya, mentalitas seperti itu justru harus dihilangkan jika ingin menjadi negara besar di sepak bola dunia.

Ia menegaskan Singa Atlas bukan lagi tim kejutan seperti beberapa tahun lalu. Kini, target mereka adalah melangkah sejauh mungkin hingga mengangkat trofi Piala Dunia.

Baca Juga: Deschamps Tak Gentar Wasit Argentina Pimpin Prancis Vs Maroko, Tegaskan Lawannya Bukan Pengadil

"Saya tidak suka perasaan 'kami sudah berprestasi sampai di sini dan sisanya hanyalah bonus'. Tidak, bonus sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia."

"Inilah bagaimana kami bisa sampai sejauh ini dan kami akan melangkah lebih jauh," tegas Ouahbi.

Performa Maroko memang terus mencuri perhatian dalam dua edisi terakhir Piala Dunia. Setelah mencetak sejarah dengan menembus semifinal pada edisi 2022, kini Achraf Hakimi dan kolega kembali berpeluang menorehkan sejarah baru dengan mencapai semifinal secara beruntun.

Namun, sebelum mewujudkan ambisi tersebut, Maroko harus lebih dulu menyingkirkan salah satu kandidat terkuat juara dunia, Prancis, yang masih tampil sempurna sepanjang Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: