Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepercayaan Masyarakat Melonjak, Bank BSN Optimistis Target KPR Rp15,7 Triliun Tercapai

Kepercayaan Masyarakat Melonjak, Bank BSN Optimistis Target KPR Rp15,7 Triliun Tercapai Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp15,7 triliun sepanjang 2026. Untuk mencapai target tersebut di tengah tingginya suku bunga acuan, perseroan mengandalkan strategi ekspansi pasar, penguatan kemitraan, serta transformasi layanan digital.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar penyaluran pembiayaan KPR tetap tumbuh meski kondisi suku bunga masih tinggi.

"Untuk mencapai target penyaluran KPR sebesar Rp15,7 triliun pada 2026, Bank BSN akan mengandalkan kombinasi strategi ekspansi pasar, penguatan kemitraan dan ekosistem bisnis, serta transformasi layanan digital,” kata Alex kepada Warta Ekonomi, Jakarta, Kamis (9/6/2026). 

Menurutnya, prospek industri KPR syariah masih sangat menjanjikan. Meski daya beli masyarakat menghadapi tantangan akibat tingginya suku bunga, kebutuhan akan hunian tetap meningkat, sementara backlog perumahan di Indonesia masih cukup besar.

Alex menilai, karakteristik KPR syariah yang menawarkan kepastian angsuran menjadi salah satu keunggulan yang membuat produk tersebut tetap diminati masyarakat.

"Dengan fundamental permintaan yang kuat dan keunggulan skema syariah yang menawarkan kepastian angsuran, kami meyakini KPR syariah akan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan ritel dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Bank BSN juga mencatat capaian pangsa pasar sebesar 86% di segmen KPR subsidi syariah hingga Juni 2026. Raihan tersebut diperoleh meski perseroan baru beroperasi penuh sejak Desember 2025.

Menurut Alex, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi hasil dari fokus perusahaan dalam mendukung program perumahan nasional.

Untuk mempertahankan sekaligus memperkuat posisi di pasar KPR subsidi syariah, Bank BSN akan menjalankan tiga strategi utama. Pertama, memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah, pengembang, BP Tapera, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses penyaluran KPR subsidi semakin cepat, tepat sasaran, dan menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah.

Kedua, meningkatkan kualitas layanan serta penguatan jaringan layanan untuk mempercepat proses pembiayaan melalui digitalisasi. Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi setiap nasabah Bank Syariah Nasional.

Baca Juga: Bos OJK Bantah Isu Tiga Bank Asing Tarik Dana Besar dari Indonesia, Ini Faktanya

Baca Juga: BEI Rilis Fitur Transaksi Repo SBSN, Bidik Likuiditas Pasar Sukuk Negara

Ketiga, menghadirkan inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyediakan pembiayaan rumah, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang mendampingi nasabah sejak proses memiliki rumah hingga pengelolaan keuangan keluarga secara syariah.

"Kami meyakini bahwa mempertahankan kepemimpinan pasar bukan hanya soal meningkatkan pangsa pasar, tetapi juga menghadirkan layanan yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Bank BSN akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi agar dapat menjadi mitra utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah yang layak melalui pembiayaan syariah,” tutup Alex.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra