Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pemerintah Negara Bagian Selangor semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan mendorong pengembangan wisata medis melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung, 9-10 Juli 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Selangor untuk meningkatkan jumlah wisatawan medis asal Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Jawa Barat.
Melalui pameran yang berlangsung selama forum bisnis tersebut, Tourism Selangor menghadirkan 14 exhibitor dari sektor kesehatan, wellness, perhotelan, hingga resort. Berbagai rumah sakit berstandar internasional menawarkan layanan unggulan mulai dari medical check-up, pengobatan penyakit jantung, kanker, fertilitas, rehabilitasi medis, hingga program kesehatan terpadu bagi masyarakat Indonesia.
EXCO Pemerintah Negara Bagian Selangor untuk Pemerintahan Daerah dan Pariwisata, YB Dato' Ng Suee Lim, mengatakan Indonesia menjadi pasar prioritas dalam pengembangan wisata medis Selangor.
"Indonesia merupakan salah satu pasar utama bagi wisata medis Selangor. Kedekatan geografis, kemudahan akses, serta kesamaan budaya menjadikan Selangor pilihan yang ideal bagi masyarakat Indonesia," ujarnya di Bandung, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, Selangor tidak hanya menawarkan layanan kesehatan berkualitas, tetapi juga mengintegrasikan pengalaman berobat dengan sektor pariwisata. Konsep tersebut memungkinkan wisatawan memperoleh layanan medis sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata selama berada di Malaysia.
Chief Executive Officer Tourism Selangor, Puan Chua Yee Ling, menambahkan Selangor telah memiliki ekosistem wisata medis yang lengkap. Mulai dari rumah sakit bertaraf internasional, hotel premium, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata yang mudah dijangkau.
"Melalui konsep Healthy Holiday in Selangor, kami menghadirkan pengalaman yang menggabungkan kesehatan, kenyamanan, dan rekreasi dalam satu destinasi," katanya.
Melalui Visit Selangor Year 2026, Pemerintah Selangor menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan medis asal Indonesia sebesar 3 hingga 5 persen sepanjang 2026-2027.
Jarak penerbangan sekitar dua jam dari Bandung menuju Selangor dinilai menjadi salah satu keunggulan yang memudahkan masyarakat Indonesia mengakses layanan kesehatan di negara bagian tersebut. Kedekatan budaya dan bahasa juga menjadi faktor pendukung meningkatnya minat wisata medis.
Di sisi lain, penyelenggaraan SIBS ASEAN 2026 juga menjadi momentum memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor.
Baca Juga: Selangor Pilih Bandung sebagai Pintu Masuk Ekspansi Bisnis di Indonesia
Baca Juga: Inflasi Medis Indonesia Diproyeksi Tertinggi di Asia pada 2026, Biaya Penyakit Jantung Naik Tajam
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut Malaysia merupakan salah satu mitra strategis provinsi tersebut. Selama lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai Rp47 triliun. Malaysia juga masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor Jawa Barat dengan surplus perdagangan mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat.
Erwan mengajak pelaku usaha dari kedua wilayah memanfaatkan forum bisnis tersebut untuk menghasilkan kerja sama nyata di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, infrastruktur berkelanjutan, energi terbarukan, ekonomi kreatif, teknologi informasi, hingga layanan kesehatan.
"Sebanyak 225 delegasi yang mewakili 70 organisasi bisnis dari Selangor mengikuti SIBS ASEAN 2026,"ujarnya
Pemerintah Jawa Barat berharap forum tersebut menghasilkan investasi baru sekaligus membuka peluang kolaborasi di sektor kesehatan, termasuk pengembangan wisata medis yang kini menjadi salah satu fokus promosi Selangor di pasar Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: