Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demo Dimana-mana Tuntut BBM Turun, Prabowo: Berani Naik Mobil Mewah Harus Bayar Mahal Dong

Demo Dimana-mana Tuntut BBM Turun, Prabowo: Berani Naik Mobil Mewah Harus Bayar Mahal Dong Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang menyita perhatian saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50.

Di tengah berbagai aksi demonstrasi terkait harga bahan bakar minyak (BBM), Prabowo menegaskan subsidi seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat kecil, sementara kalangan mampu diminta berani membayar BBM dengan harga lebih mahal.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Bahkan, ia secara spontan menyebut sejumlah pengusaha yang hadir sebagai contoh bahwa orang kaya tidak seharusnya keberatan membayar BBM non-subsidi.

Prabowo mengaku dunia internasional kini menaruh perhatian terhadap kebijakan Indonesia yang dinilainya mampu menjaga harga BBM bagi masyarakat kecil.

Baca Juga: Bahlil dkk Full Senyum! Prabowo Janjikan Ini Usai Peluncuran B50

"Saya kaget sendiri, tokoh dunia membicarakan Indonesia, Indonesia kok berhasil tidak panik, tidak naikkan BBM untuk rakyat kecil. Kalau untuk orang kaya tidak masalah," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyapa beberapa tokoh pengusaha yang hadir, seperti Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi "Boy" Thohir, bos Indika Energy Arsjad Rasjid, hingga CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Sambil berseloroh, Prabowo menilai pemilik kendaraan mewah sudah semestinya bersedia membayar BBM dengan harga lebih tinggi.

"Kau tidak ada masalah Boy. Siapa lagi tidak ada masalah (bayar mahal) ini? Hahaha. Arsjad, kau berani pakai Lamborghini ya harus bayar mahal dong hahaha. Rosan juga nggak ada masalah kan Rosan," ujar Prabowo.

Selain menyinggung soal BBM, Presiden juga menegaskan bahwa peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 merupakan pencapaian penting bagi Indonesia. Menurutnya, Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan wajib penggunaan biodiesel B50.

Baca Juga: Jokowi Diminta Akui Saja soal Ijazah Palsu dan Segera Mohon Ampun ke Prabowo

Program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Pemerintah juga memberikan masa transisi kepada badan usaha penyedia BBM hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi B40 sebelum sepenuhnya beralih ke B50.

Sebelum diterapkan secara nasional, penggunaan B50 telah melalui berbagai uji coba dengan melibatkan kementerian, lembaga, pelaku industri, akademisi, hingga pengguna mesin diesel dari berbagai sektor.

Berdasarkan hasil pengujian sementara, pemerintah menyatakan B50 aman digunakan serta memenuhi aspek kinerja dan kompatibilitas pada berbagai jenis mesin diesel, sehingga siap diimplementasikan secara luas di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri