Di Depan Kompak, di Belakang Beda Rencana: Bocoran Perpecahan Diam-diam Koalisi Prabowo
Kredit Foto: BPMI
Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto ternyata tidak sekompak yang terlihat. Menjelang Pilpres 2029, mulai muncul sinyal perpecahan diam-diam di internal koalisi.
Jurnalis senior Hersubeno Arief mengaku mendapat informasi dari internal PAN bahwa sejumlah partai lain di KIM sudah bermain dua kaki, meskipun PAN tetap tegas mendukung pemerintahan Prabowo.
"Saya mendengar dari seorang senior di politisi PAN, posisinya katanya tetap, tetap akan mendukung pemerintahan Prabowo. Sementara kalau partai-partai lain katanya sudah main dua kaki ya," ucap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (10/7).
Menurutnya, partai-partai lain yang kini berada di pemerintahan Prabowo tentu memiliki ambisi untuk mengusung calon presiden sendiri. Hal ini berkaitan dengan coattail effect, di mana partai yang mengusung kandidat populer biasanya ikut mendapat limpahan suara.
"Tapi saya kira partai-partai lain itu tidak seberani Partai Demokrat speak up seperti yang disampaikan oleh Benny K Harman," tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Rakyat hingga Aparat Awasi Dapur MBG, Tegaskan Tak Boleh Ada Pemalakan
Seperti diketahui, Benny membocorkan adanya upaya pembatalan putusan Mahkamah Konstitusi yang telah menghapus presidential threshold melalui Revisi Undang-Undang (UU) Pemilu yang akan dibahas di DPR.
Dalam opininya di Harian Kompas, Benny menyoroti indikasi “kudeta halus” melalui wacana RUU Pemilu yang mewajibkan pasangan calon presiden didukung minimal tiga partai politik agar bisa maju bertarung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya