Mahfud MD Harus Diangkat Jadi Jaksa Agung, Kalau Tidak Karier Prabowo Bisa Tamat?
Kredit Foto: YT/Sekretariat Presiden
Sorotan terhadap institusi penegak hukum terus memanas setelah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Di tengah polemik tersebut, muncul desakan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan pembenahan besar di tubuh Kejaksaan Agung.
Pakar hukum siber sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR), Henri Subiakto, bahkan secara terbuka mengusulkan agar pemerintah menunjuk figur baru yang dinilai memiliki keberanian dan integritas tinggi.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Henri juga menyebut nama Mahfud MD sebagai sosok yang dianggap layak memimpin Kejaksaan Agung.
Henri menilai pergantian kepemimpinan diperlukan agar pemberantasan korupsi berjalan lebih tegas, termasuk membersihkan aparat penegak hukum dari praktik penyimpangan.
Baca Juga: Eks Jampidsus Tersangka karena Jokowi? Pengamat Sebut Ada Politik Saling Sandera yang Mengerikan
"Prabowo harus angkat Jampidsus dan juga Jaksa Agung baru yg lebih berani untuk perang melawan korupsi, terutama untuk membersihkan kalangan penegak hukum sendiri termasuk polisi," tulisnya dalam akun X.
Ia kemudian menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya semakin memprihatinkan.
"Negeri ini sudah terlalu banyak maling yang sering mempermainkan hukum untuk memperkaya diri dengan menerapkan hukum seenak keinginan sendiri, hanya demi ambisi," sambungnya.
Henri juga mengkritik masih adanya dugaan perlindungan terhadap koruptor besar, sementara masyarakat yang tidak bersalah justru disebut menjadi sasaran penegakan hukum yang dinilai tidak tepat.
"Koruptor besar tak tersentuh bahkan saling melindungi dan dilindungi, sebaliknya orang tak bersalah banyak yang ditarget dengan penerapan hukum secara serampangan. Hasilnya publik melihat ketidakadilan dan ketiadaan pemberantasan korupsi yang efektif," ujar dia.
Karena itu, Henri meminta Presiden Prabowo segera memilih Jaksa Agung baru yang bersih dan memiliki rekam jejak keberanian dalam menegakkan hukum. Ia bahkan menyebut Mahfud MD sebagai contoh figur yang dinilai memenuhi kriteria tersebut.
"Saya mengusulkan pada pak Prabowo agar segera angkat Jaksa Agung baru yang berani dan bersih. Kalau perlu pilih orang yang memiliki kualitas seperti Prof Mahfud MD," katanya.
"Pilih tokoh hukum yang telah terbukti berani, dan punya reputasi, berkredibilitas sebagai sosok bersih, tegas, jujur, dan berani," lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Henri mengingatkan bahwa keputusan memilih Jaksa Agung akan menjadi faktor penting bagi masa depan pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Blak-blakan: Polisi dan Tentara Butuh Gaji yang Baik Supaya Tak Peras Rakyat!
"Kalau Pak Prabowo dalam kondisi seperti kali ini salah lagi pilih orang sebagai Jaksa Agung, maka bisa hancur negeri ini. Bahkan bisa juga habis karir politik Pak Prabowo," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, publik saat ini tengah menyoroti kasus yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU pada Sabtu (11/7/2026).
Perkara tersebut berkaitan dengan tiga klaster besar, yakni tata kelola batu bara PT PLN, pengurusan perkara PT Asabri, serta kasus yang melibatkan anak perusahaan PT Krakatau Steel.
Sementara itu, posisi Pelaksana Tugas (Plt) Jampidsus kini diisi oleh Rudi Margono yang ditunjuk Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menggantikan Febrie Adriansyah setelah mengundurkan diri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: