Kredit Foto: Dok. BPMI
Guru Besar Universitas Airlangga Henri Subiakto menilai kelemahan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini merupakan hasil dari skenario politik yang ia sebut berasal dari Solo.
"Ini semua hasil skenario Solo. Presiden tua, pelupa, asik dengan dirinya dan lingkungan kecilnya, dengan kebijakan kebijakan yang kontroversial menjadikan Pemerintah begitu nampak lemah, tak cerdas, dan tidak relevan dengan keinginan masyarakat luas," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (26/6).
Menurutnya, presiden seolah berkuasa, namun faktanya tidak mampu menunjukkan kekuatan nyata dalam mengelola negara, bahkan untuk memilih dan mengganti menteri.
"Presiden seolah berkuasa, tapi hingga sekarang, faktanya tak bisa memilih sendiri dan mengganti menteri menteri utama dan panglimanya. Ada kekuatan lebih besar yang mengatur dan membatasinya," tegasnya.
Henri menambahkan, banyak pihak mengetahui hal ini, namun belum ada kekuatan yang mampu menghentikan “sandiwara politik” yang dibalut pencitraan. Partai politik dan parlemen, menurutnya, hanya berperan menabuh genderang seolah menormalkan keadaan, sehingga drama kepalsuan itu diterima sebagai kelaziman.
Baca Juga: Istana Akhirnya Bocorkan Respons Prabowo soal Jokowi Dorong 2 Periode
Di sisi lain, penegak hukum disebut berfungsi sebagai benteng yang melegitimasi keadaan politik agar tampak legal dan tidak bisa diganggu. Bagi rakyat yang paham dan menolak, jika dianggap membahayakan skenario, akan dihadapi dengan proses hukum.
"Hanya Tuhan dan kesadaran rakyat yang tetap berpotensi mengubah segalanya. Semoga," pungkas Henri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: