- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Heboh Teror Bom via WA di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Kredit Foto: WE
Warga dan pihak sekolah di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak geger pada [Hari/Tanggal]. Sekolah tersebut dilaporkan mendapat ancaman teror bom dari orang tidak dikenal melalui pesan singkat WhatsApp (WA).
Aparat kepolisian pun langsung bergerak cepat mengamankan lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, membenarkan adanya laporan teror bom tersebut. Pihak kepolisian langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan sterilisasi di area sekolah.
"Penanganan dari Densus 88 dan Gegana sudah datang dan lagi menyisir TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ujar Nurma Dewi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyisiran oleh tim penjinak bom dan antiteror telah berlangsung selama kurang lebih dua jam.
Meski sempat memicu kepanikan, Kompol Nurma Dewi memastikan bahwa hingga saat ini petugas belum menemukan adanya benda mencurigakan atau bom di area sekolah. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.
"Enggak ada (bom). Untuk sementara ini enggak ada dan masih tetap disisir," tegasnya.
Demi menjaga keselamatan dan kelancaran proses sterilisasi, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar lebih cepat. Seluruh siswa telah dievakuasi dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
"Sudah kita pulangkan semua tadi," tambah Nurma.
Berdasarkan keterangan awal, aksi teror ini bermula ketika salah satu guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) sekolah menerima pesan ancaman melalui WhatsApp dari nomor asing. Pesan tersebut berisi ancaman yang meresahkan pihak sekolah, sehingga pihak sekolah langsung melapor ke Polsek Jagakarsa.
Saat ini, polisi telah bergerak untuk mengejar pelaku teror. Pihak berwajib mengaku telah mengantongi data dan identitas pengirim pesan ancaman tersebut.
"Untuk sementara ini (pelaku) kita kejar dan data sudah dapat. Motifnya lagi kita cari, dan maksudnya apa bisa sampai mengirim WA (teror) itu," pungkas Nurma.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: