Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kucing Liar Ditambang 2029, Setoran Freeport ke RI Bisa Tembus Rp120 T

Kucing Liar Ditambang 2029, Setoran Freeport ke RI Bisa Tembus Rp120 T Kredit Foto: PTFI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan Tambang Kucing Liar untuk mengompensasi penurunan produksi dari Deep Mill Level Zone (DMLZ). Tambang baru di Grasberg, Papua ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 demi menjaga keberlanjutan produksi perusahaan.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan bahwa Tambang Kucing Liar dikembangkan sebagai sumber produksi baru yang terletak di sekitar area operasional saat ini.

"Pada tahun 2029, tambang yang saat ini sedang kami kembangkan, yaitu Tambang Kucing Liar, direncanakan mulai ditambang. Lokasinya berdekatan dengan area tambang yang saat ini beroperasi," ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Pengembangan Kucing Liar menjadi krusial lantaran kontribusi produksi dari DMLZ mulai menyusut. Freeport membutuhkan pasokan bijih (ore) baru agar volume produksi di Grasberg tetap stabil dalam jangka panjang.

Namun, sebelum target jangka panjang dari Tambang Kucing Liar itu terealisasi, Freeport saat ini harus berjuang memulihkan kapasitas produksinya terlebih dahulu.

Hal ini menyusul kendala operasional akibat insiden longsor di Grasberg Block Cave beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas penambangan, sehingga proses pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan awal.

Dampak dari pemulihan yang lambat itu tercermin pada proyeksi produksi tahun 2026 ini, yang diperkirakan baru mencapai 124.000 ton bijih per hari atau sekitar 65% dari total kapasitas.

Kendati demikian, tren produksi diproyeksikan akan langsung melesat secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2027, tingkat produksi ditargetkan melonjak menjadi 170.000 ton per hari, dan merangkak naik ke angka 208.000 ton per hari pada 2028.

Puncaknya terjadi pada 2029. Saat Tambang Kucing Liar resmi beroperasi, volume produksi Freeport ditargetkan mencapai kapasitas maksimalnya di angka 226.000 ton bijih per hari.

Tony menegaskan, volume di atas 200.000 ton bijih per hari tersebut menjadi indikator utama bahwa operasional Freeport telah kembali ke kapasitas normalnya.

"Produksi di atas 200.000 ton per hari merupakan tingkat produksi normal atau setara dengan 100 persen kapasitas produksi," kata Tony.

Baca Juga: Freeport Punya 'Harta Karun' Baru, Isinya Bukan Cuma Emas

Baca Juga: Smelter Tembaga Freeport Senilai US$4,2 Miliar Siap Beroperasi Kembali pada September 2026

Peningkatan output bijih ini otomatis akan mendongkrak volume logam yang dihasilkan. Pada 2029, Freeport memproyeksikan produksi tembaga mampu mencapai kisaran 1,7 miliard pound, sementara produksi emas diperkirakan menyentuh 1,3 juta ounce (sekitar 40 ton).

Lonjakan performa ini dipastikan bakal mempertebal kantong penerimaan negara. Freeport mengestimasi kontribusi terhadap kas negara akan melonjak signifikan begitu kapasitas produksi penuh tercapai.

"Ketika kapasitas produksi penuh telah tercapai, penerimaan negara diperkirakan dapat melebihi 7 miliar dolar AS per tahun. Apabila dikonversikan ke dalam rupiah, nilainya mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun," pungkas Tony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra