Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hubungan Prabowo-Jokowi Belum Pecah, tapi Sudah Retak: Tarik-Menarik Politik Mulai Terjadi

Hubungan Prabowo-Jokowi Belum Pecah, tapi Sudah Retak: Tarik-Menarik Politik Mulai Terjadi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai mulai memasuki fase keretakan, meski belum sampai pada perpecahan terbuka. Hal ini menyusul sejumlah kejadian tarik-menarik politik di Indonesia.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menyebut adanya tarik-menarik kepentingan politik antara kedua kubu menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia mengatakan hubungan kedua politikus itu masih terjalin, tetapi mulai menunjukkan perbedaan arah politik.

Baca Juga: Sidang Kasus Ijazah Jokowi, 15 Orang Penting Siap Hadir Lawan Dokter Tifa di Pengadilan

"Hubungan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi itu sudah mulai retak. Belum pecah, tetapi dia retak," ujar Ray, dikutip Kamis (16/7/2026).

Menurut Ray, keretakan tersebut dipengaruhi oleh berbagai kalkulasi politik, terutama terkait masa depan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Politikus muda itu dinilai masih menghadapi persoalan penerimaan di tengah masyarakat.

Ia menilai posisi sosok itu membuat hubungan kedua elite politikus nasional tidak lagi sesederhana saat Pilpres 2024. Sebab, keduanya kini memiliki kepentingan politik masing-masing menjelang kontestasi berikutnya.

Ray memperkirakan perbedaan sikap politik antara kedunya akan semakin terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya kira pecahnya mungkin pada 2028. Pak Jokowi dan Pak Prabowo pada saat itu kemungkinan akan berbeda jalan," katanya.

Menurutnya, Presiden Prabowo tentu memahami berbagai manuver politik yang mulai berkembang, termasuk skenario yang dinilai sedang dipersiapkan Jokowi ke Gibran. Karena itu, Ray menilai tarik-menarik kepentingan di antara kedua kekuatan politik tersebut sudah mulai berlangsung meski belum terlihat secara terbuka.

"Apakah semua ini dibaca oleh Pak Prabowo? Tentu saja dibaca. Karena itu, tarik-menarik politik kemungkinan mulai terjadi," ujarnya.

Ray sebelumnya juga mengungkapkan bahwa mantan presiden itu diduga tengah menyiapkan beberapa skenario politik bagi Gibran. Hal itu baik untuk menghadapi pilpresmaupun kemungkinan dinamika pemerintahan dalam jangka pendek.

Menurutnya, skenario utama tetap mempertahankan kerja sama politik dengan pemerintah saat ini agar anaknya kembali menjadi calon wakil presiden pada 2029. Namun, Ray memperkirakan peluang tersebut saat ini hanya sekitar 30 persen.

Jokowi berpotensi mencari jalur politik alternatif dengan mendorong anaknya maju bersama tokoh lain sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden jika figur lain dipilih sebagai calon wakil presiden oleh Prabowo.

Meski demikian, Ray menegaskan seluruh pandangannya merupakan analisis politik berdasarkan dinamika yang berkembang, bukan ajakan ataupun prediksi pasti mengenai jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Viral 'Keanehan' Ucapan Presiden Amerika ke Perdana Menteri Irak: Setiap Hari Semakin Tidak Waras

Dengan semakin dekatnya tahapan politik menuju pilpres, hubungan keduanya diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, terutama jika perbedaan kepentingan politik keduanya semakin terlihat dalam berbagai keputusan strategis pemerintahan maupun koalisi politik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar