Kuasai 26,8% Pangsa Pasar, Kendaraan Elektrifikasi Mulai Gerogoti Mobil Konvensional
Kredit Foto: Istimewa
Sementara itu, segmen PHEV memang masih menjadi yang terkecil dari sisi volume. Namun, laju pertumbuhannya menjadi yang paling tinggi. Penjualan PHEV melonjak hampir tiga kali lipat, dari 1.741 unit menjadi 5.003 unit atau meningkat sekitar 187 persen secara tahunan.
Kinerja positif di seluruh segmen tersebut mengindikasikan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin meluas. Selain didorong oleh semakin banyaknya pilihan model, pertumbuhan ini juga ditopang masuknya berbagai merek baru, meningkatnya kapasitas produksi lokal, serta semakin tingginya minat konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga: VinFast VF MPV 7 Vs BYD M6 DM, Mana MPV Elektrifikasi yang Lebih Value for Money?
Dari sisi merek, Toyota masih menjadi pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi pada semester pertama 2026 dengan penjualan 27.575 unit. Posisi berikutnya ditempati BYD yang membukukan penjualan 23.257 unit, disusul Jaecoo sebanyak 17.314 unit.
Geely berada di peringkat keempat dengan penjualan 8.424 unit, diikuti Suzuki (6.985 unit), Wuling (6.647 unit), Chery (5.352 unit), Aion (3.722 unit), Honda (3.164 unit), dan Denza (2.823 unit).
Melihat tren tersebut, kendaraan elektrifikasi diperkirakan akan terus memperbesar pangsa pasarnya hingga akhir tahun. Jika pertumbuhan ini mampu dipertahankan, bukan tidak mungkin kontribusi xEV terhadap pasar otomotif nasional akan segera menembus angka 30 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: