Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepemimpinan Berbasis Pancasila Jadi Fondasi Penguatan Universitas Nias

Kepemimpinan Berbasis Pancasila Jadi Fondasi Penguatan Universitas Nias Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota MPR RI Marinus Gea menilai kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi faktor penting dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus mendorong Universitas Nias (UNIAS) berkembang sebagai Center of Excellence.

Pandangan tersebut disampaikan Marinus saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Nias, Jumat (17/7/2026).

Menurut Marinus, keberhasilan membangun institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas intelektual para pemimpinnya, tetapi juga oleh karakter, integritas, dan moralitas yang berlandaskan Pancasila.

"Kepemimpinan bukan sekadar soal kecerdasan intelektual, tetapi tentang nilai, moralitas, dan karakter. Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pedoman dalam setiap proses kepemimpinan," ujar Marinus.

Ia menekankan pentingnya pemahaman sejarah lahirnya Pancasila secara utuh, mulai dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga pengesahan Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

Menurutnya, pemahaman terhadap proses sejarah tersebut diperlukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh distorsi sejarah maupun ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

Marinus juga mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi nilai yang diterapkan dalam kehidupan kampus, bukan sekadar materi pembelajaran.

"Jika Pancasila hanya dihafal, maka Pancasila telah mati secara substantif. Tetapi apabila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila akan menjadi kekuatan nyata yang mampu membawa perubahan," katanya.

Dalam paparannya, ia menyebut semangat gotong royong sebagai inti dari Pancasila yang perlu diterapkan dalam pengelolaan perguruan tinggi. Menurutnya, kemajuan Universitas Nias hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh unsur kampus, mulai dari yayasan, rektorat, dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan.

"Universitas yang besar tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh budaya kerja sama yang kuat. Gotong royong adalah kekuatan utama untuk membawa Universitas Nias menjadi kampus yang unggul," ujarnya.

Marinus menjelaskan lima nilai utama Kepemimpinan Pancasila, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, perlu menjadi landasan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut akan melahirkan pemimpin yang berintegritas, mampu menghargai keberagaman, mengedepankan musyawarah, serta menghadirkan keadilan dalam setiap kebijakan.

Ia juga berpesan kepada pimpinan Universitas Nias agar memandang jabatan sebagai amanah untuk meningkatkan mutu akademik sekaligus membentuk karakter mahasiswa.

Marinus menilai ukuran sebuah Center of Excellence tidak hanya ditentukan oleh besarnya infrastruktur atau jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas riset, tata kelola yang transparan, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Lomba dan Pameran Fotografi Nasional 'Sekolah Rakyat' Bakal Digelar, Ajak Industri Kreatif Dokumentasikan Transformasi Pendidikan

Selain itu, ia mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias, antara lain melalui penguatan UMKM, pengembangan sektor pariwisata, serta inovasi di bidang pertanian, kelautan, dan perikanan.

Menutup pemaparannya, Marinus mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Universitas Nias sebagai pusat lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas, berjiwa gotong royong, dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

"Kampus harus hadir sebagai pusat solusi bagi masyarakat. Dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong, Universitas Nias akan mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Nias dan Indonesia," kata Marinus.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: