Dibuat Ketar-ketir Iran, Amerika Minta Dunia Ikut Turun Tangan Buka Selat Hormuz
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai meminta dukungan internasional untuk menjaga Selat Hormuz. Washington menilai bahwa jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut telah dijadikan alat tekanan oleh Iran.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyerukan agar negara-negara lain tidak hanya bergantung padanya dalam menjaga keamanan jalur perdagangan global.
Baca Juga: Israel: Presiden Amerika Tak Bisa Diprediksi, Bahkan Soal Perang Iran
Menurut Rubio, Amerika akan tetap menjalankan perannya mengamankan lalu lintas pelayaran internasional. Namun, ia menilai beban tersebut tidak seharusnya ditanggung sendiri oleh Amerika Serikat.
"Jelas bahwa mereka, atau setidaknya sebagian pihak di sana , ingin mengendalikan Selat Hormuz. Mereka ingin menjadikannya sebagai alat tekanan terhadap dunia," kata Rubio, dikutip Senin (20/7/2026).
Rubio menegaskan bahwa situasi tersebut tidak hanya mengancam kepentingan negaranya, tetapi juga berpotensi mengganggu perekonomian global mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Karena itu, ia meminta negara-negara lain mulai mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan.
"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi pelayaran global. Namun, negara-negara lain juga harus mulai meningkatkan kontribusinya, baik berupa peralatan maupun dukungan pendanaan, agar beban ini dapat dipikul bersama," ujarnya.
Pernyataan Rubio menunjukkan bahwa pihaknya kini berupaya membangun dukungan internasional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Selama beberapa pekan terakhir, konflik kedua negara terus memanas dengan aksi saling serang yang memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dari Timur Tengah.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial dalam konflik tersebut. Jalur laut sempit yang menghubungkan dua wilayah penting itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia setiap harinya. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi sekaligus mengganggu rantai pasok global.
Amerika menilai ancaman terhadap jalur terkait bukan lagi sekadar persoalan bilateral, melainkan telah berkembang menjadi isu keamanan internasional yang berdampak langsung terhadap banyak negara.
Karena itu, Rubio menegaskan perlunya keterlibatan lebih luas dari negara-negara mitra untuk memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga.
Seruan tersebut juga menjadi sinyal bahwa mereka menginginkan pembagian tanggung jawab dalam menjaga jalur perdagangan dunia, baik melalui dukungan logistik, peralatan militer, maupun bantuan pendanaan.
Baca Juga: Isu Kasus Febrie Adriansyah Berujung Terbongkarnya Rahasia Hotman Paris: Rakyat Miskin Dijadikan...
Selat Hormuz sendiri diperkirakan akan tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perseteruan Amerika Serikat dan Iran. Permintaan Washington kepada dunia untuk ikut membantu menjaga jalur strategis tersebut memperlihatkan besarnya kekhawatiran terhadap kemungkinan terganggunya arus perdagangan dan pasokan energi global apabila situasi terus memburuk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: