Kredit Foto: Istimewa
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri menilai kolaborasi antara pemerintah, industri pengguna, dan penyedia teknologi menjadi model sinergi yang efektif untuk mempercepat implementasi Industri 4.0 di Indonesia.
"Melalui kolaborasi ini, proses transformasi digital tidak hanya menjadi sebuah konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri," ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan PoC tersebut berhasil diselesaikan dengan tingkat kepuasan mencapai 8 dari skala 10 berdasarkan penilaian PT Kalbe Farma Tbk. Dari tiga target utama yang ditetapkan sejak awal, dua di antaranya berhasil dicapai sepenuhnya. Hasil tersebut menunjukkan solusi SIAT memiliki prospek yang baik untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas di sektor manufaktur.
Presiden Direktur PT NEC Indonesia Akifumi Katano menyebut keberhasilan PoC ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat adopsi inovasi digital di industri nasional.
"Keberhasilan dari PoC ini menunjukkan tonggak penting dalam upaya mempercepat inovasi digital pada sektor industri di Indonesia," kata Akifumi.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Lebih dari 4.000 Lulusan Vokasi Sudah Bekerja, Sebagian Tembus Pasar Global
Sementara itu, Engineering Group Head PT Kalbe Farma Tbk Ronald Effendi menilai implementasi SIAT membuka peluang baru dalam optimalisasi aset digital perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi nasional.
"Sistem SIAT ini sangat komprehensif dalam mengintegrasikan dan mengolah data. Hal ini membuka potensi baru bagi kami dan meningkatkan daya saing perusahaan untuk menghadapi tantangan di industri farmasi," tutur Ronald.
Keberhasilan pelaksanaan PoC tersebut memperkuat optimisme Kemenperin bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri akan semakin mempercepat transformasi digital sektor manufaktur Indonesia. Dengan semakin luasnya penerapan teknologi Industri 4.0, efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing industri nasional diharapkan terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman