Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tren Marathon hingga Hyrox Berimbas ke Asuransi, Klaim Cedera Olahraga Capai Rp176,4 Miliar

Tren Marathon hingga Hyrox Berimbas ke Asuransi, Klaim Cedera Olahraga Capai Rp176,4 Miliar Kredit Foto: Unplash.com/Fitsum Admasu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam olahraga berintensitas tinggi mulai berdampak pada industri asuransi kesehatan. Allianz Indonesia mencatat pembayaran 20.247 klaim cedera dan kecelakaan dengan nilai lebih dari Rp176,4 miliar sepanjang Januari–Juni 2026, seiring melonjaknya minat terhadap olahraga seperti marathontrail run, dan hyrox.

Data tersebut menunjukkan cedera muskuloskeletal masih menjadi penyebab utama klaim, terutama pada area lutut dan pergelangan kaki. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya risiko kesehatan yang harus diantisipasi baik oleh masyarakat maupun perusahaan asuransi di tengah tren gaya hidup aktif.

Berdasarkan data Allianz Indonesia, robekan bantalan tulang rawan lutut (meniscus tear) menjadi jenis cedera yang paling banyak diklaim, yakni sebanyak 2.119 kasus. Disusul cedera atau robekan ligamen lutut (ACL/PCL) sebanyak 2.027 kasus.

Sementara itu, cedera ligamen maupun otot pada pergelangan kaki tercatat sebanyak 1.468 kasus. Adapun patah tulang pergelangan tangan bagian bawah mencapai 582 kasus, sedangkan cedera otot dan tendon bahu sebanyak 519 kasus.

Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia dr. Tubagus Argie mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga merupakan perkembangan positif. Namun, tren tersebut perlu diimbangi dengan persiapan yang memadai agar tidak berujung pada peningkatan risiko cedera.

"Olahraga dengan intensitas tinggi memerlukan persiapan yang matang. Progressive training, latihan kekuatan, pemulihan (recovery) yang cukup, nutrisi dan hidrasi yang seimbang, serta kemampuan mengenali batas tubuh merupakan faktor penting untuk membantu mengurangi risiko cedera. Jangan sampai semangat berolahraga justru berujung pada cedera yang sebenarnya dapat dicegah," ujar dr. Argie dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, cedera pada lutut dan pergelangan kaki umumnya berkaitan dengan aktivitas olahraga yang memberikan beban tinggi pada persendian, terutama jika dilakukan tanpa peningkatan intensitas latihan secara bertahap atau teknik yang benar.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check up sebelum memulai program latihan dinilai dapat menjadi salah satu langkah mitigasi, khususnya bagi masyarakat yang baru memulai olahraga intensitas tinggi maupun memiliki faktor risiko kesehatan tertentu.

Pemeriksaan tersebut dinilai mampu membantu mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sehingga program latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu.

Baca Juga: Inflasi Medis 16,9%, Sequis Luncurkan Asuransi Kesehatan Baru

Baca Juga: 3,44 Juta Wisman Datang, OJK Bidik Pertumbuhan Asuransi Perjalanan

Selain aspek pencegahan, meningkatnya nilai klaim juga menunjukkan perlunya kesiapan industri asuransi dalam mengelola risiko kesehatan yang berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Tren olahraga yang semakin populer berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan sekaligus mendorong perusahaan asuransi memperkuat edukasi mengenai pencegahan cedera.

"Olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun, manfaatnya akan semakin optimal apabila diimbangi dengan persiapan yang baik, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perlindungan kesehatan yang sesuai dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat terus menjalani gaya hidup aktif dengan lebih tenang sekaligus lebih siap menghadapi berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari," tutup dr. Argie.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri