Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

3,44 Juta Wisman Datang, OJK Bidik Pertumbuhan Asuransi Perjalanan

3,44 Juta Wisman Datang, OJK Bidik Pertumbuhan Asuransi Perjalanan Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada awal 2026 menjadi peluang bagi industri asuransi untuk memperluas bisnis asuransi perjalanan (travel insurance).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman secara kumulatif pada Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan atau tumbuh 8,62% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan peningkatan mobilitas wisatawan akan diikuti dengan kenaikan kebutuhan perlindungan terhadap berbagai risiko selama perjalanan.

“Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menjadi peluang yang positif bagi pengembangan industri asuransi perjalanan. Dengan semakin tingginya mobilitas wisatawan, kebutuhan akan perlindungan terhadap berbagai risiko perjalanan, seperti gangguan penerbangan, kehilangan barang, hingga kebutuhan medis darurat, juga semakin meningkat,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (30/6/2026).

Menurut Ogi, kebutuhan perlindungan selama perjalanan diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas wisata maupun perjalanan bisnis. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Untuk memanfaatkan momentum tersebut, OJK mendorong perusahaan asuransi tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga memperluas jaringan distribusi agar perlindungan perjalanan semakin mudah diakses masyarakat dan wisatawan.

“Perusahaan asuransi perlu terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, memperkuat distribusi melalui kerja sama dengan maskapai, agen perjalanan, hotel, dan platform digital, serta meningkatkan kemudahan layanan dan proses klaim,” kata Ogi.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Turis Asing Justru Makin Ramai Serbu Indonesia, BPS Catat Lonjakan Wisman

Baca Juga: 15,39 Juta Wisman, Bali Jadi Jantung Pariwisata RI

Selain memperluas jaringan distribusi, OJK juga menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan perlu diperkuat untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan selama melakukan perjalanan.

Dengan meningkatnya arus wisatawan ke Indonesia, OJK berharap industri asuransi mampu memanfaatkan momentum tersebut melalui inovasi produk, perluasan kanal distribusi, serta peningkatan kualitas layanan agar penetrasi asuransi perjalanan terus meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri