Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perang Iran Semakin Panas, Amerika Respons Ancaman Kelompok Houthi Yaman Soal Blokade Laut Merah

Perang Iran Semakin Panas, Amerika Respons Ancaman Kelompok Houthi Yaman Soal Blokade Laut Merah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan pihaknya tidak hanya bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik dengan Iran. Pihaknya siap memberikan respons keras terhadap ancaman blokade oleh Kelompok Houthi Yaman di Laut Merah.

Trump mengatakan pemerintahannya akan mengambil tindakan apabila ancaman tersebut benar-benar diwujudkan oleh Kelompok Houthi. Diketahui mereka diminta untuk menutup Selat Bab el-Mandeb oleh Iran.

Baca Juga: Kasus Ijazah Bikin Susah, Bocoran Diskusi Jokowi & Teman Almamater UGM: Beliau Pamit, Mohon Maaf...

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Sejauh ini itu belum terjadi. Bisa saja terjadi, tetapi kami akan menangani semuanya. Jika sesuatu seperti itu terjadi, kami akan mengatasinya," kata Trump, dikutip Rabu (22/7/2026).

Menurut Trump, Amerika Serikat tidak akan tinggal diam apabila jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut terganggu.

"Saya pikir jika sesuatu seperti itu terjadi, kami hanya harus menyelesaikannya," ujarnya.

Ancaman ke Selat Bab el-Mandeb menjadi perhatian karena jalur sempit tersebut merupakan salah satu rute pelayaran paling penting di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Gangguan di kawasan ini berpotensi menghambat distribusi minyak, gas serta perdagangan global.

Iran dilaporkan telah membahas kemungkinan menggunakan kelompok tersebut untuk menutup akses ke Selat Bab el-Mandeb. Hal itu menyusul serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik maupun infrastruktur penting milik Iran oleh Amerika.

Houthi juga dikabarkan telah menempatkan rudal dan pesawat nirawak (drone) di sekitar kawasan strategis dari Laut Merah. Kelompok itu disebut hanya menunggu instruksi untuk mulai melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Baca Juga: Kritik Disuruh Keluar Indonesia, Mau Pergi Malah 'Dipajaki' Rp5 Juta: Prabowo Benar-benar Lagi Panik

Kelompok itu sendiri kemungkinan sulit menutup jalur pelayaran itu sepenuhnya, namun serangan terhadap kapal dagang tetap dinilai dapat mengganggu lalu lintas maritim internasional, meningkatkan biaya logistik dan memicu ketidakpastian di pasar energi dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar