- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Kembali Menguat Selama 10 Hari Beruntun di Awal Perdagangan, Kini ke Level 6.366
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan kenaikan, sekaligus melanjutkan tren positif yang telah berlangsung selama 10 hari bursa berturut-turut.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,41% atau bertambah 26 poin ke posisi 6.366,01.
Pada sesi awal perdagangan, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp162,17 miliar. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 333,51 juta saham yang diperdagangkan melalui 39.297 transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 259 saham berada di zona hijau, 41 saham melemah, dan 330 saham bergerak tanpa perubahan.
Memasuki hari ketiga perdagangan pekan ini, pasar keuangan Indonesia masih menunjukkan kinerja yang positif. Penguatan IHSG sejalan dengan apresiasi nilai tukar rupiah. Meski demikian, para pelaku pasar tetap mewaspadai berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 1,74% ke level 6.340,02. Pergerakan pasar hari ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang menurut konsensus diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%.
Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati data pertumbuhan kredit Juni 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 9% secara tahunan atau year-on-year (yoy), dibandingkan 11,51% YoY pada Mei 2026.
Dari sisi teknikal, IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk menguat. Indeks berhasil bertahan di atas level 6.300, didukung oleh histogram MACD yang masih berada di area positif.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target menuju area 6.375 hingga 6.400," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Phintraco juga menyoroti langkah pemerintah bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi pada semester II-2026.
Beberapa strategi yang disiapkan antara lain meningkatkan penempatan dana pemerintah di bank umum guna menjaga likuiditas perbankan, memberikan insentif berupa diskon biaya transportasi dan kemudahan impor, serta menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan pokok.
"Langkah tersebut diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat, menjaga aktivitas dunia usaha, dan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun," ungkap Phintraco Sekuritas.
Sentimen positif lainnya datang dari rencana pemerintah menerbitkan Panda Bonds, yaitu obligasi berdenominasi yuan, senilai US$1 miliar pada 23 Juli 2026. Obligasi tersebut telah memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating.
Menurut Phintraco Sekuritas, penerbitan Panda Bonds menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan di luar pasar domestik.
Selain itu, DPR juga telah mengesahkan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
"Kehadiran regulasi itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai pusat keuangan regional sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow)," kata Phintraco Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri