Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lika-liku Hubungan Sudaryono dan Nanik S Deyang: Dipisahkan Jabatan, Disatukan Prabowo

Lika-liku Hubungan Sudaryono dan Nanik S Deyang: Dipisahkan Jabatan, Disatukan Prabowo Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memutus hubungan antara Nanik Sudaryati Deyang dan Sudaryono. Justru sebaliknya, keduanya mengungkap memiliki kedekatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun dan dipersatukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sudaryono mengatakan hubungan mereka sudah jauh melampaui urusan pekerjaan maupun politik. Ia mengaku mengenal sosok eks jurnalis itu sejak sama-sama berada dalam lingkaran dekat dari Presiden Prabowo.

Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

"Beliau adalah budenya anak-anak saya, beliau itu adalah kakak saya. Kita bukan lagi hubungan karena kepartaian atau hubungan karena Pak Prabowo. Betul karena ada beliau kita disatukan di situ, tapi kemudian kita jadi satu keluargalah yang baik," katanya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Sudaryono sendiri sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertanian. Kini ia ditunjuk untuk mengisi jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Nanik.

Nanik sendiri mengumumkan dirinya mengundurkan diri dari posisi terkait dengan alasan kesehatan. Menariknya, ia sebenarnya sudah lebih dulu memberikan petunjuk mengenai sosok yang akan meneruskan kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional.

Nanik menyebut penerusnya adalah "adik" yang sudah sangat dikenalnya. Ungkapan tersebut kini terjawab, dimana sosok "adik" tersebut merupakan Sudaryono.

Meski kini dipisahkan oleh jabatan, hubungan keduanya dipastikan tidak berubah. Nanik bahkan diproyeksikan tetap terlibat dalam pengawasan dari Badan Gizi Nasional. Hal itu menyusul rencana pembentukan dari Dewan Pengawas BGN.

Adapun Nanik secara terbuka mengaku tidak lagi ingin terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan program, termasuk anggaran makan bergizi gratis yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Baca Juga: Kritik Disuruh Keluar Indonesia, Mau Pergi Malah 'Dipajaki' Rp5 Juta: Prabowo Benar-benar Lagi Panik

"Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar