Kredit Rp2.575 Triliun Masih Menganggur di Bank, Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?
Kredit Foto: Ist
Masalahnya Bukan Dana Bank, tetapi Waktu Ekspansi
Besarnya undisbursed loan juga memperlihatkan bahwa tantangan penyaluran kredit saat ini tidak berasal dari kemampuan bank menyediakan dana.
Hingga Mei 2026, kredit perbankan masih tumbuh 11,51% secara tahunan (year on year/yoy), sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,47%.
Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat 2,17%, sedangkan NPL Net sebesar 0,84%.
Likuiditas industri perbankan juga berada pada level yang sangat memadai. Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 186,54%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 100%. Sementara rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 108,20% dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74%, juga berada jauh di atas batas minimum masing-masing 50% dan 10%.
“Adapun pada aspek likuiditas perbankan secara umum masih cukup ample dengan LCR sebesar 186,54 persen jauh di atas threshold sebesar 100 persen, serta AL/NCD sebesar 108,20 persen dan AL/DPK sebesar 24,74 persen, jauh di atas threshold minimal masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen, yang menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perbankan cukup memadai dalam mendukung penyaluran kredit bagi dunia usaha,” kata Dian.
BI: Masih Ada Mesin Pertumbuhan Kredit yang Belum Menyala
Pandangan serupa juga disampaikan Bank Indonesia (BI).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan prospek kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8%-12%, salah satunya didukung besarnya fasilitas kredit yang belum dimanfaatkan.
Pada Juni 2026, pertumbuhan kredit meningkat menjadi 12,67% (yoy) dari 11,51% pada Mei. Kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 24,90%, diikuti kredit modal kerja sebesar 8,94% dan kredit konsumsi 5,75%.
Menurut Perry, ruang pertumbuhan kredit tidak hanya berasal dari permohonan pinjaman baru, tetapi juga dari fasilitas pembiayaan yang sebenarnya telah tersedia dan tinggal direalisasikan.
Dengan kata lain, besarnya undisbursed loan lebih mencerminkan potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan dibandingkan lemahnya kemampuan perbankan menyalurkan kredit. Selama proyek investasi mulai berjalan dan kebutuhan modal kerja meningkat, fasilitas yang telah disiapkan bank tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan kredit nasional pada periode berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: